MUI: Agama Jangan Dijadikan Alat untuk Meraih Kekuasaan

0
Wakil Ketum MUI Zainut Tauhid Sa'adi

JAKARTA (Suara Karya): Tim sukses (timses)kedua pasangan calon presiden/wakil presiden (capres/cawapres) berhenti melakukan politisasi agama menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pasalnya, hal tersebut dikhawatirkan justru akan mengancam agenda kebinekaan yang tengah dibangun.

Himbauan tersebut, disampaikan Wakil Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi, saat dihubungi wartawan, Jumat (12/10/2018).

Dia mengatakan hal itu, menanggapi pernyataan juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin, yang bicara soal ‘kunci’ masuk surga menjelang deklarasi ‘Perempuan Prabowo’. Dia sempat menyatakan, “kalau ingin masuk surga, pinta sama Allah, Rasul, dan juga Prabowo-Sandi,”.

“Sebaiknya timses masing-masing capres dan cawapres tidak lagi melakukan politisasi agama. Kalau dibiarkan akan mengancam agenda kebinekaan kita,” kata Zainut.

Dia mengatakan, jika masing-masing mengklaim kebenaran terhadap masalah surga dan neraka, bukan persoalan antara Islam dan nonmuslim saja. Bahkan internal Islam pun dapat terbelah.

Menurut Zainut, agama tidak boleh dijadikan sebagai alat untuk meraih kekuasaan, tetapi jadikanlah agama sebagai panduan dan penuntun dalam berpolitik.(Gan)