MUI Apresiasi SE Menteri Agama soal Pengaturan Pengeras Suara

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Asrorun Niam Sholeh memberi apresiasi atas diterbitkannya Surat Edaran (SE) Menteri Agama tentang Pengaturan Pengeras Suara. Hal itu sejalan dengan hasil ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia pada 2021 lalu.

“Surat edaran itu perlu untuk mewujudkan kemalahatan dalam penyelenggaraan aktifitas ibadah,” kata Asrorun dalam siaran pers yang ditandatangani pada Senin (21/2/22).

Dalam pelaksanaan ibadah, lanjut Asrorun, ada jenis ibadah yang memiliki dimensi syiar, sehingga butuh media untuk penyiaran, termasuk adzan. Namun, hal itu perlu diatur agar berdampak baik bagi masyarakat.

“Bagaimana jamaah dapat mendengar syiar, namun tidak menimbulkan mafsadah,” ujarnya.

Karena itu, menurut Asrorun, perlu aturan yang disepakati sebagai pedoman bersama, khususnya terkait penggunaan pengeras suara di tempat ibadah. Hal itu demi mewujudkan kemaslahatan dan menjamin ketertiban, serta mencegah mafsadah yg ditimbulkan.

“Setiap aturan harus didudukkan dalam kerangka aturan umum. Namun, dalam implementasinya, aturan tetap memperhatikan kearifan lokal, tidak bisa digeneralisir,” ucapnya.

Jika di suatu daerah terbiasa dengan tata cara yang sudah disepakati bersama, dan itu diterima secara umum, maka hal itu bisa dijadikan sebagai pijakan. Dengan demikian, penerapannya menjadi tidak kaku. (Tri Wahyuni)