Mulai Rabu, Wisma Haji Pondok Gede jadi RS Cadangan Covid-19!

0

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah akan menjadikan Wisma Haji Pondok Gede sebagai rumah sakit cadangan bagi pasien covid-19. Hal itu lantaran kasus konfirmasi positif covid-19 terus melonjak hingga diatas 20 ribu dalam 10 hari terakhir ini.

“Lonjakan kasus konfirmasi positif covid-19 dalam 10 hari terakhir ini membuat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit kian penuh. Kita butuh tempat yang luas untuk menampung pasien-pasien baru,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers, Senin (5/7/21).

Ia menjelaskan, RS Cadangan Wisma Haji Pondok Gede itu memiliki kapasitas 900 kamar tisue dan sudah mulai dikerjakan dengan Kementerian PUPR. Di sana juga akan dibangun 50 kamar sehingga tersedia 950 tempat tidur tambahan.

“RS Cadangan Wisma Haji Pondok Gede direncanakan mulai beroperasi pada Rabu (7/7),” ucapnya.

Tak hanya itu, Menkes juga sudah melakukan instruksi agar semua IGD diubah menjadi ruang isolasi, agar bisa langsung menampung pasien yang sudah masuk. Sementara untuk IGD dibangun di luar gedung rumah sakit bekerja sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain rumah sakit, lanjut Menkes, pihaknya butuh tenaga kesehatan untuk membantu di rumah sakit cadangan tersebut. Tenaga kesehatan itu akan didatangkan dari daerah-daerah zona hijau seperti Kalimantan dan Sumatera.

“Tenaga kesehatan itu akan difasilitasi tempat tinggal di Asrama Haji. Sehingga bisa diminimalisir laju penularan covid-19 antara para nakes atau anggota keluarga masing-masing tenaga kesehatan,” ujarnya.

Menkes mengatakan jumlah tempat tidur di fasilitas kesehatan di Indonesia ada sekitar 389 ribu. Awal tahun, saat terjadi krisis pandemi pertama, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran agar 30 persen dialokasikan untuk tempat tidur penanganan covid-19 atau berjumlah 130 ribu tempat tidur.

“Sebelum Idul Fitri, jumlah pasien covid-19 mencapai 23 ribu orang dan jumlah tempat tidur yang tersedia saat itu 75 ribu. Dalam satu bulan atau 5 minggu terakhir, jumlah pasien naik dari 23 ribu menjadi 81 ribu. Otomatis jumlah tempat tidur secara dinamis sudah dinaikkan dari 75 ribu menjadi 98 ribu tempat tidur,” tuturnya. (Tri Wahyuni)