Museum Basoeki Abdullah akan Gelar Pameran Lukisan “Semesta Perempuan”

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Museum Basoeki Abdullah akan menggelar pameran seni rupa kontemporer bertema ‘Semesta Perempuan’. Pameran akan berlangsung mulai 25 September hingga 25 Oktober 2020 dalam bentuk daring maupun luring (offline).

“Pameran dalam bentuk fisik, nantinya akan dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan corona virus disease (covid-19),” kata Kepala Museum Basoeki Abdulah, Maeva Salmah dalam keterangan pers secara virtual, Selasa (18/8/20).

Maeva menjelaskan, tema ‘Semesta Perempuan’ dipilih dengan pertimbangan bahwa sebagian dari karya Basoeki Abdullah memiliki ‘spirit keperempuanan’ baik dalam konteks estetis, sensualitas hingga spiritual.

“Pameran ini juga untuk merayakan ketokohan Basoeki Abdullah, yang konsisten dalam menghasilkan karya seni lukis. Karena itu, kami mengundang para perupa yang selama ini berkutat dengan karya-karyanya mengembangkan tema perempuan tersebut,” ujarnya.

Artinya, lanjut Maeva, para seniman peserta diminta untuk berkarya dengan gaya, cara, penafsiran, isi dan narasi secara personal terhadap wacana tema dan bentuk pameran yang ditawarkan.

“Perempuan sebagai sumber inspirasi jangan hanya menjadi objek, tetapi juga bisa menjadi subjek dalam dirinya dan memiliki peran penting dalam semesta alam. Terlebih di era pandemi covid-19, perempuan diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan kehidupan,” tuturnya.

Ditambahkan, ada 15 perupa yang diajak berkolaborasi dalam pameran seni rupa kali ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Agustan, Citra Sasmita, Afriani, Erica Hestu Wahyuni dan Ika Kurnia Mulyati.

Selain itu masih ada Guntur Wibowo, Indyra, Ponkq Hary Purnomo, Tubagus Patoni, Reza Pratisca Hasibuan, Syis Paindow, Ignasius Dicky Takndare, Mahdi Abdullah, Prajna Deviandra Wirata serta Vikey Yordan.

Disebutkan, kelimabelas karya yang akan dipamerkan adalah karya seni lukis diatas kanvas dengan eksplorasi media yang beragam mulai dari cat minyak, cat akrilik hingga bolpoint.

“Begitu pun genre seni lukisnya sangat bervariasi mulai dari realisme, ekspresionisme, impresionisme hingga metarealis-surealisme,” tuturnya.

Karya yang dipamerkan sebagian besar adalah karya tahun 2020, yang khusus diciptakan perupa untuk pameran. Lukisan yang akan ditampilkan mengangkat berbagai dinamika sosial budaya yang tengah terjadi, termasuk didalamnya tema kemanusiaan di masa pandemi covid-19.

“Sebelum pameran, kami juga akan menggelar workshop seni rupa dan program pendukung seni lainnya. Semua itu bagian dari program edukasi publik, yang kami beri nama ‘artist talks’,” ucap Maeva menandaskan.

Dalam pengantar kuratorialnya, Citra Smara Dewi, menekankan pentingnya keterlibatan perupa luar Jawa dan Bali dalam pameran kali ini. Hal itu guna memberi kesempatan kepada perupa Nusantara untuk menampilkan karya terbaiknya.

“Dengan berbagai ideologi dan latar belakang sosial budaya, kita bisa melihat bagaimana sosok perempuan hadir sebagai sumber inspirasi berkarya dari para seniman lintas kultural,” ucap Citra Smara Dewi. (Tri Wahyuni)