Nadiem Lantik Serentak 8 Pejabat Eselon Satu Kemdikbud

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim melantik 8 pejabat eselon 1 di lingkungan kerjanya. Pelantikan dilakukan lewat telekonferesi dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube, Jumat (8/5/20).

Empat dari 8 pejabat yang dilantik adalah orang lama. Pelantikan ulang dilakukan terkait perubahan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dari Perpres Nomor 72 Tahun 2019 menjadi Perpres Nomor 82 Tahun 2019.

Kedelapan pejabat eselon satu itu adalah Sekretaris Jenderal Kemdikbud, Ainun Na’im, Inspektur Jenderal Muchlis Rantoni Luddin, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid dan Staf Ahli Mendikbud bidang Regulasi, chatarina Muliana Girsang.

Selain itu masih ada Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Iwan Syahril, Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Totok Suprayitno serta Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Endang Aminudin Aziz.

Pada kesempatan yang sama, Nadiem juga melantik Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang, Sri Mulyani dan 17 anggota Lembaga Sensor Film (LSF) periode 2020-2024, antara lain Ahmad Yani Basuki, Noorca M Massardi, Rita Sri Hastuti, Arturo Gunapriatna, Ervan Ismail, Joseph Samuel Krishna, Nasrullah dan Mukayat Al-Amin.

Mendikbud Nadiem dalam pidatonya meminta jajarannya untuk melakukan koordinasi internal dan penyesuaian tugas merujuk pada situasi terkini, guna menjawab berbagai persoalan dan tantangan yang ada. Memastikan Merdeka Belajar berjalan efektif dalam sistem pendidikan di Indonesia.

“Merdeka Belajar membuka peluang bagi sistem pendidikan berkembang lebih luwes menghadapi tantangan zaman dan alam,” tuturnya.

Nadiem berpesan agar insan pendidikan dan insan budaya harus dilihat sebagai subjek bukan objek. Untuk itu, sediakan ruang bagi mereka untuk berkreasi, berinovasi dan berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan.

Di jenjang pendidikan tinggi, Nadiem berpesan agar kampus melakukan inovasi, kreatif dan berdaya saing global untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap memperhatikan nilai-nilai humaniora.

“Ide-ide segar dalam pengembangan kurikulum dan program studi di perguruan tinggi dapat mendorong potensi mahasiswa, menyiapkan lulusan berakhlak mulia, berilmu, cakap, berjiwa enterpreunership dan mampu bersaing di kancah global,” kata Nadiem menandaskan. (***)