Nadiem Sebut Krusial, Kompetensi Guru dalam Penguasaan Teknologi

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebut krusial, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi. Guru diminta beradaptasi dengan pembelajaran di abad 21 yang berbasis teknologi.

“Karena itu, saya mengapresiasi upaya Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemdikbud yang membuat pelatihan pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) untuk para guru,” kata Nadiem saat memberi pembekalan kepada guru peserta pelatihan PembaTIK Level 4 yang digelar secara daring, Senin (14/9/20).

Nadiem menilai program PembaTIK tak hanya mensinergikan teknologi informasi dalam pembelajaran, tetapi juga semangat mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Rumah Belajar yang digagas Pusdatin bisa menjadi wadah kita bersama untuk berinovasi dalam pembelajaran dan pengajaran,” tuturnya.

Mendikbud berharap pelatihan Program Pemba-TIK dapat ditingkatkan pesertanya. Jika tahun ini ada 60 ribu guru peserta PembaTIK, maka angkanya bisa ditingkatkan hingga dua kali lipat pada tahun depan.

“Ini prestasi yang luar biasa. Jika mungkin, peserta pelatihan ditingkat 2 kali lipat setiap tahun. Ini menandakan banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuannya dalam TIK dalam proses pembelajaran. Apalagi di masa pandemi. Situasi ini memaksa kita bekerja lebih keras,” ujarnya.

Mendikbud menegaskan, guru adalah bibit penggerak pendidikan. Karena itu, guru harus memiliki inisiatif dan semangat tinggi untuk meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan zaman.

“Tantangan di masa depan tidak lebih mudah. Karena itu, saya berharap guru tetap semangat dan gotong royong dalam pembelajaran di masa pandemi. Sehingga kita lebih siap beradaptasi untuk melakukan tindakan. Tidak lagi menunggu perubahan yang akan terjadi,” ucap Nadiem menegaskan.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusdatin Kemdikbud, Hasan Chabibie menjelaskan, kegiatan PembaTIK telah dilakukan sejak Maret 2020 lalu secara berjenjang dari level 1 hingga level 4. Dimulai dari literasi, implementasi, kreasi dan berbagi.

“Tahun ini pelatihan Program PembaTIK diikuti sebanyak 70.312 guru, yang kemudian terseleksi menjadi 1.020 guru per provinsi untuk mengikuti Level 4 Berbagi. Kegiatan ini berlangsung sejak 14 September dan selesai pada akhir Oktober 2020,” ucapnya.

Guru PembaTIK yang lolos hingga level 4, lanjut Hasan, akan menjadi Duta Rumah Belajar Nasional. Selain menjari guru terlatih untuk menjadi penggerak pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, terutama pada platform Rumah Belajar.

“Karena itu, kami harap guru PembaTIK level 4 ini memiliki kemampuan komunikasi yang bagus, selain bisa menulis artikel dan video pembelajaran berbasis TIK. Karena mereka akan menjadi agen dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran,” tutur Hasan. (Tri Wahyuni)