NasDem Ajukan Nota Keberatan Hasil Pilwabup Tulungagung

0
Saksi kubu Panhis Yody Wirawan, Riska Wahyu serahkan surat keberatan pada Sekretariat DPRD Tulungagung. ANTARA/HO - Joko Purnomo.

TULUNGAGUNG (Suara Karya): Partai NasDem mengajukan nota keberatan atas pelaksanaan Pemilihan Wakil Bupati Tulungagung di DPRD Tulungagung, Jawa Timur yang memenangkan calon PDIP, Gatut Sunu Wibowo, karena dinilai tidak sesuai ketentuan tata-tertib pemilihan yang telah disahkan sebelumnya.

“Secara resmi hari Senin (20/9) kemarin nota keberatan kami masukkan ke Sekretariat DPRD Tulungagung,” kata Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Tulungagung, Tatang Adiwiyono di Tulungagung, Rabu.

Surat keberatan diantar oleh saksi dari kubu cawabup Panhis, Riska Wahyu dari Partai Bulan Bintang.

Pengajuan keberatan dilakukan setelah rangkaian Pilwabup Tulungagung dilaksanakan pada Sabtu (18/9), dengan alasan saat pemilihan Cawabup Panhis Yody Wirawan bersama perwakilan pimpinan Partai NasDem memilih keluar dari forum rapat paripurna pemilihan atau “walk out”.

Dalam pemilihan yang tidak lagi diikuti Cawabup Panhis Yody Wirawan itu, Gatut Sunu yang diusung PDI Perjuangan dinyatakan menang mutlak dengan raihan 34 suara berbanding 15 suara untuk Panhis.

Panhis yang diusung oleh Partai NasDem sempat melakukan walk out sebelum pemilihan berlangsung.

Menurut Tatang, pemungutan suara dan penghitungan tak sesuai dengan tatib yang disahkan.

“Seharusnya dibuka satu-persatu dan dilihat pilihannya,” ujarnya.

Menurut Tatang, saat pemilihan kemarin yang benar-benar sesuai dengan tatib hanya 20 suara. Sedang 29 suara lainnya dianggap tak sesuai dengan tatib.

Dikonfirmasi terkait dinamika pemilihan yang ditolak Partai NasDem itu, Ketua Panitia Khusus Pemilihan Wakil Bupati Tulungagung sisa masa jabatan 2018-2023, Suprapto menyatakan, mewakilkan hak suara sah- dilakukan senyampang tidak menyalahi aturan di atasnya.

Menurutnya dinamika dalam forum rapat paripurna pemilihan saat itu bagian dari demokrasi.

“Sering kita ketahui juga mereka sering mewakilkan suara karena sesuatu hal,” ujarnya seperti dilansir antaranews.com.

Selain itu dirinya juga berdalih keputusan ini diambil melalui kesepakatan dalam rapat paripurna tersebut, dan semua anggota sidang menyetujuinya.

Usulan perwakilan suara ini muncul sejak awal sidang. Beberapa anggota DPRD melakukan interupsi menunjukkan pilihan mereka secara vulgar, dan mewakilkan pencoblosan pada Ketua Pansus.

Interupsi ini diawali oleh anggota fraksi PDIP, Heru Santoso dan diikuti oleh Fraksi Golkar, PKS, Demokrat dan Gerindra. Fraksi-fraksi ini merupakan pendukung Gatut Sunu Wibowo. (Agus Sunarto)