Nelayan Karangantu Minta Pemkot Serang Salurkan Bantuan

0
Nelayan di Pelabuhan Karangantu Kota Serang berharap Pemkot Serang segera salurkan bantuan stimulus bagi nelayan (Foto ANTARA)

SERANG (Suara Karya): Nelayan tradisional di Pelabuhan Perikanan Karangantu meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang segera menyalurkan bantuan.

“Sampai sekarang ini belum juga cair, nelayan sudah mengeluh terus. Pendataan sudah, cuma persoalannya kan lambat begini,” kata ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Serang Didin Samsudin, di Serang, Rabu.

Didin mengatakan, kondisi seperti saat ini sangat tepat jika bantuan tersebut segera direalisasikan oleh Pemkot Serang, karena nelayan banyak yang tidak melaut karena terdampak cuaca buruk.

“Butuh, sangat butuh. Karena biasanya kan kalau musim terang bulan begini nelayan tidak melaut. Jadi uang itu untuk perbaikan perahu,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari dinas terkait bahwa Pemkot Serang akan menyalurkan bantuan sebelum tanggal 10 Agustus ini.

“Informasinya sebelum tanggal 10 Agustus sudah dicairkan, mudah-mudahan segera cair,” katanya.

Sementara, Yusuf (59) salah seorang nelayan tradisional di Pelabuhan Perikanan Karangantu mengaku saat ini dirinya belum menerima bantuan dari Pemkot Serang.

“Kalau bantuan saya belum menerima sama sekali. Tapi kemarin saya sudah mengumpulkan persyaratan termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) sampai Kartu Keluarga (KK) saya sudah kumpulkan,” katanya.

Ia mengungkapkan, dengan kondisi seperti ini sangat berharap bantuan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebelumnya Pemkot Serang akan mencairkan bantuan bagi nelayan pada awal bulan Agustus tahun 2020 ini.

“Iya, rencananya tanggal 10 dicairkan, simbolis oleh pak Wali Kota langsung,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Serang Edinata Sukarya.

Bantuan yang akan diberikan Pemkot Serang kepada nelayan sebesar Rp 500.000 yang akan disalurkan kepada 1.527 nelayan langsung ke rekening masing-masing.

“Jumlahnya 1.527 orang nelayan, ajuannya 2.500 tapi begitu diteliti hanya 1.527 yang asli nelayan,” katanya

Ia mengatakan, bantuan itu diprioritaskan untuk modal nelayan kembali melaut setelah terhenti karena COVID-19. Sehingga, seharusnya bantuan itu digunakan untuk BBM kapal, biaya perbaikan kapal, atau perbaikan jaring yang rusak.

“Kalau kita kan takut tidak ada BBM, takut ada jaring yang rusak, untuk modal lah, tapi kalau untuk beli beras itu kan ada bantuan sembako. Tapi itu mah urusan dia setelah menerima uangnya,” kata Edinata. (Wisnu)