Nelayan Pesisir Pandeglang Kembali Normal Melaut

0
Perahu nelayan TPI Labuan diterjang tsunami 22 Desember 2018 hingga terseret ke pantai.

PANDEGLANG (Suara Karya): Nelayan pesisir pantai Kabupaten Pandeglang, kembali normal melaut setelah diterjang gelombang tsunami 22 Desember 2018 lalu yang mengakibatkan sejumlah kapal mengalami kerusakan sehingga nelayan di daerah itu menganggur.

“Kami merasa senang bisa melaut setelah pascabencana itu,” kata Adung (50) seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan, Kamis.

Nelayan TPI Labuan kini kembali melaut, sehingga kegiatan transaksi pelelangan ikan mulai ramai.

Kegiatan ekonomi nelayan sudah berlangsung dua bulan terakhir pascabencana tsunami.

Saat ini, nelayan yang kapalnya mengalami kerusakan sudah diperbaiki dan dioperasikan melaut.

“Kami cukup terbantu ekonomi keluarga dari tangkapan ikan itu,” katanya menjelaskan.

Begitu juga Ahmad (55) nelayan TPI Pantai Carita mengaku bahwa dirinya bersama nelayan lain kembali melaut dan hasil tangkapan cukup lumayan.

Bahkan, ia pulang ke rumah bisa membawa uang bersih Rp250 ribu.

“Kami berharap cuaca normal,sehingga pendapatan nelayan meningkat,” ujarnya menjelaskan.

Sangsang (45) seorang nelayan TPI Panimbang mengaku dirinya bersama ratusan nelayan melaut karena gelombang dan tiupan angin di perairan Banten selatan relatif normal.

Mereka para nelayan berangkat melaut mulai sore hingga dinihari dengan menggunakan tangkapan jaring gilnet.

“Kami sudah dua bulan terakhir melaut dan bisa pulang membawa uang sekitar Rp300 ribu,” katanya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah TPI di pesisir Pantai Pandeglang mulai ramai kegiatan transaksi pelelangan ikan.

Mereka para pengumpul ikan, pedagang baluk, pedagang ikan asin juga pedagang minuman kopi dan pedagang aneka makanan memadati TPI, karena aktivitas nelayan melaut.

“Kami yakin pendapatan nelayan pascabencana panen cukup lumayan untuk membantu ekonomi keluarga,” kata Aripin, petugas TPI Panimbang. (Wisnu)