Nenek Pelapor Korban Pelecehan Seksual Dilaporkan Balik Keluarga Tersangka

0
Kuasa hukum keluarga SAI Yoseph Luturyali, saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Nenek SAI (61) pelapor korban pelecehan seksual yang menimpa cucunya IS (8) menjalani pemeriksaan di Polres Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (19/1/2023). Dia dilaporkan balik oleh keluarga tersangka RP (32) atas dugaan penganiayaan terhadap tersangka.

Kuasa hukum keluarga SAI, Yoseph, Luturyali mengatakan, ada empat saksi yang dipanggil oleh unit I Satrekrim Polres Sukabumi Kota terkait dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap pelaku pencabulan cucu terlapor.

“Kami kaget, kok terjadi pemanggilan yang dilaporkan di unit I reskrim. Kami mengikuti pemeriksaan dengan laporan pasal 351 Penganiayaan dan pengeroyokan pasal 170,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/1/2023)

Dikatakan Yoseph, saat ini kuasa hukum melakukan pendampingan untuk menguji sejauh mana pasal-pasal yang disangkakan tersebut terpenuhi unsur pidananya.

“Memang selama tiga minggu ke belakang sudah ada undangan klarifikasi untuk dimintakan keterangan awalnya sebagai saksi terlapor dan dilanjutkan gelar perkara internal oleh unit 1 Satreskrim Polres Sukabumi Kota,” kata Yoseph.

Kemudian hari ini kata Yoseph, ada pemanggilan dalam kapasitas sebagai saksi terdahulu itu dalam penyelidikan dari saksi terlapor maupun terlapor upaya mencari bahan keterangan masuk pidana atau tidak.

“Hari ini pemanggilan itu tiga orang untuk memberikan keterangan sebagai saksi dan rencana saksi yang satu lagi akan diberikan keterangan itu nanti pada Kamis, atau minggu mendatang. Jadi kami ingin juga melihat bagaimana perkembangan selanjutnya,” kata Yoseph.

Diceritakan Yoseph, kepada polisi pelapor mengungkapkan bahwa kejadian dugaan pengeroyokan tersebut terjadi tanggal 15 Oktober sekira pukul 19.00 WIB. Kemudian 18 Oktober 2022 orang tua terlapor pelaku pencabulan ini melaporkan peristiwa tersebut.

“Memang kasus ini, satu hierarki dengan kasus pencabulan. Karena kasusnya mengundang reaksi semua pihak, lalu pada akhirnya massa berdatangan akhirnya terjadilah mungkin pemukulan dan sebagaimana pada saat itu. Keluarga pelaku tidak terima mungkin, dan akhirnya meminta tolong kepada orang tuanya,” katanya. (Noor)