Nizam: Program MBKM Bisa Tingkatkan Daya Saing Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Nizam menggelar sosialisasi Program Merdeka Belajar Kamus Merdeka (MBKM) di dua kampus di Aceh, yaitu Universitas Teuku Umar (UTU) dan Institut Seni Budaya Indonesia Aceh.

Nizam juga meninjau Inkubator Bisnis dan Teknologi Herbal di kampus UTU yang berasa di Kota Meulaboh, Aceh Barat. Produk inkubasi bisnis yang dikembangkan, antara lain, teh daun kelor dan propolis lebah kelulut untuk kesehatan.

“Apa yang dikembangkan UTU sejalan dengan Program MBKM yang digagas Kemdikbudristek,” ujar Nizam dalam siaran pers, Senin (15/11/21).

Ditambahkan, mahasiswa dilibatkan dalam program kewirausahaan agar setelah lulus tidak mencari pekerjaan, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan. Jadi, apa yang dilakukan perguruan tinggi harus ‘nyambung’ dengan pembangunan ekonomi.

Nizam menuturkan, perguruan tinggi harus menjadi tempat yang paling dinamis bagi mahasiswa dalam berkreasi dan berinovasi. Mahasiswa perlu didorong untuk keluar dari zona nyaman dengan memberi solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Indonesia memiliki bonus demografi. Kondisi itu harus menjadi peluang, karena kita punya banyak potensi yang bisa dikembangkan mahasiswa. Sehingga daya saing Indonesia semakin meningkat di mata dunia,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Nizam yang didampingi Direktur Sumber Daya, Ditjen Diktiristek, Sofwan Effendi dan Rektor UTU, Jasman Maruf mengunjungi MBKM Expo yang terdiri atas stand Program Matching Fund-Kedaireka, Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), Program Wiradesa, dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Di kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Nizam dalam orasi ilmiahnya mengatakan, seni dapat menciptakan hal abstrak menjadi nyata. Hal itu merujuk pada sebuah konsep pemikiran yang kemudian diwujudkan menjadi inovasi tertentu.

Disambut oleh Rektor ISBI Aceh, Mirza Irwansyah beserta segenap sivitas akademika, Nizam diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi ilmiah.

Dalam orasi ilmiahnya, Nizam menyampaikan bahwa .

Nizam menggambarkan, pada

“Misalnya saja industri game tertentu yang nilai ekonominya lebih besar dari APBN kita. Contoh ini justru merupakan peluang yang sangat besar untuk membangun ekonomi kita kedepan melalui kreativitas dan inovasi”, ungkap Nizam.

Lebih lanjut, Nizam berharap ISBI Aceh dapat menjadi motor untuk menjalankan industri kreatif di Indonesia. Industri yang dikatakan dapat mengubah cita menjadi cipta ini dapat dibentuk dengan mengawinkan seni budaya Indonesia dengan teknologi dan kreativitas.

“Kalau kita bisa mengawinkan teknologi dan kreativitas dari insan seni dan budaya Indonesia, maka hasilnya akan membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Melalui MBKM, perkawinan ini bisa diakselerasikan antara mahasiswa ISBI dengan institut teknologi atau universitas di berbagai bidang,” ujarnya.

Menutup kegiatan kunjungannya, Nizam menyempatkan untuk meninjau langsung proses pembangunan gedung ISBI Aceh yang berlokasi di Jantho, Aceh Besar. (Tri Wahyuni)