Noorcoin Meluncurkan TestNet Demo Aplikasi Mobile untuk 57 Negara OKI

0
Disaksikan oleh Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia HE Osamh Mohammed Abdullah Shuibi, Chief Operations Officer Noorcoin, Thomas Yudhistira menerima penghargaan dari Ketua Direktur dan Pendiri Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) Paulus Pangka. Penghargaan rekor dunia oleh LEPRID itu karena Noorcoin merupakan Token Syariah Pertama di Dunia. (suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suarakarya): Noorcoin meluncurkan demo aplikasi mobile untuk 57 Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di sesi tahunan the Islamic Chamber of Commerce, Industry & Agriculture (ICCIA) OKI, di Jakarta, Selasa (23/10).

OKI adalah organisasi antar-negara, yang terbesar kedua di dunia, setelah Perserikatan Bangsa Bangsa. Pertemuan di Jakarta ini dihadiri oleh delegasi dari 57 negara anggota OKI.

Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Noorcoin, Sofia Koswara mengatakan, negara anggota OKI, seperti Kerajaan Arab Saudi secara serius mempertimbangkan mengenai penggunaan Noorcoin. Bank-bank di Arab Saudi dan Dewan Zakat negara itu telah mulai berpikir untuk menggunakan uang digital sebagai alternatif dari transaksi-transaksi finansial jangka panjang.

Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Noorcoin, Sofia Koswara (tengah). (suarakarya.co.id/Istimewa)

“Kami percaya bahwa setelah demo aplikasi selesai, Noorcoin akan mencapai percepatan dalam beberapa bulan kedepan,” katanya.

Chief Operations Officer (COO) Noorcoin Thomas Yudhistira mengatakan, tujuan demo aplikasi ini tidak hanya untuk menguji masalah teknologi, tetapi juga budaya dan lingkungan peraturan perundangan di masing-masing 57 negara anggota OKI. Sebagai contoh, masih terdapat kesalahpahaman yang umum terjadi di Timur Tengah terhadap mata uang digital karena dianggap bertentangan dengan hukum Syariah.

Terkait hal itu, seorang ahli hukum Islam, Muhammad Abu Bakar, dalam sebuah laporan mengatakan bahwa cryptocurrencies dibolehkan oleh hukum Syariah. Karena itu, Noorcoin dikembangkan dengan kepatuhan terhadap hukum Syariah. “Sehingga kami yakin kami bisa patuh pada peraturan Syariah nasional negara yang bersangkutan, yang akan dibuktikan dengan testnet ini,” katanya.

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia juga diberi penghargaan sebagai “inspirator”

Sementara itu, Chief Business Development Officer (CBDO) Noorcoin, Iskandar Purnomohadi mengatakan, demo aplikasi dijalankan menggunakan Ethereum Virtual Server dan Ethereum Ropsten Testnet sebelum implementasi penuh dan transisi ke platform blockchain Zilliqa sekitar kuartal pertama 2019. Hal ini untuk menunjukkan potensi dari demo aplikasi mobile Noorcoin dan manfaatnya bagi komunitas Muslim.

“Juga nantinya di tahap berikutnya setelah ICO, Noorcoin juga berencana untuk menjamin mata uang digitalnya dengan emas. Hal itu untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan bagi para pemegang Noorcoin,” ujarnya.

Sebagai bagian dari peluncuran, Noorcoin dianugrahi penghargaan rekor dunia oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) sebagai Token Syariah Pertama di Dunia, dengan teknologi canggihnya.

Direktur dan Pendiri LEPRID, Paulus Pangka mengatakan, inovasi teknologi yang memiliki dampak positif bagi milyaran orang harus dihargai dan didukung. “Noorcoin adalah penerabas jalan, layak untuk mendapatkan rekor dunia,” tuturnya.

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, HE Osamh Mohammed Abdullah Shuibi, yang menghadiri peluncuran sebagai perwakilan negaranya untuk menerima D-app demo Noorcoin testnet mengatakan, penggunaan uang digital di negara-negara Islam sangatlah penting. “Selain untuk transaksi, tujuan utamanya adalah mengurangi dominasi Dolar Amerika Serikat,” katanya menegaskan.

Noorcoin adalah mata uang digital Islam pertama di dunia. Noorcoin dapat digunakan untuk layanan Umrah dan Haji, juga untuk transaksi antar negara.

Piagam penghargaan untuk Dr. Thomas Yudhistira, dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia, atas prestasi pelaksana Noorcoin sebagai token syariah pertama di dunia. (suarakarya.co.id/Istimewa)

Ada tiga keunggulan Noorcoin yaitu transparan, aman dan biaya rendah. Saat ini beberapa negara mengalami pelemahan terhadap Dolar AS. “Kita harus punya alternatifnya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, sebagaimana dilaporkan di media massa, memandang positif proposal Noorcoin. Menurut Moeldoko, persatuan negara-negara anggota OKI dalam bidang ekonomi dan perdagangan harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu, momentum ICCIA OKI dapat mempersatukan.

TENTANG NOORCOIN:

Noorcoin adalah token syariah pertama di dunia. Noorcoin membangun token kripto dan platform yang sesuai dengan hukum Syariah, sistem kepercayaan dan reputasi yang terdesentralisasi, yang bekerja tanpa cacat di atas gerbang pembayaran real-time di atas blockchain.

Noorcoin membangun shariah-compliant, decentralized payment dan trust solution di atas blockchain Zilliqa dengan memanfaatkan teknologi smart contract.

Merchant dapat menerima uang digital berbasis Zilliqa dan menukarkannya dengan mata uang fiat. Merchant dan customers dapat mengambil bagian di perdagangan global yang terdesentralisasi dengan kepercayaan penuh.

Mulai November 2019, Noorcoin diharapkan akan menjadi mata uang digital yang populer dan terpercaya dengan teknologi terkini untuk berdampak positif dan berpengaruh bagi populasi 1.8 milyar Muslim sedunia. (Gan)