NU: Nahdliyin Punya Tanggung Jawab Moral Menangkan Jokowi/Ma’ruf

0
Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan PBNU, Robikin Emhas.

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan PBNU, Robikin Emhas, menegaskan bahwa seluruh warga NU memiliki tanggung jawab moral untuk memenangkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres/cawapres) Joko Widodo/Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

“Jadi, warga NU (Nahdliyin) nggak usah disuruh, nggak usah diperintah. Sudah merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mensukseskan beliau (Ma’ruf amin,” ujar Robikin, di jakarta, Senin (1/10).

Dia mengingatkan bahwa PBNU bukanlah partai politik (parpol), tetapi NU tidak alergi politik. Politik yang dikawal oleh NU, katanya, adalah politik kebangsaan, politik kenegaraan, serta memastikan bahwa negara Indonesia berjalan sesuai dengan amanat pendiriannya, Pancasila, konstitusi, dan NKRI.

Terkait tanggung jawab moral dimaksud, Robikin menyatakan bahwa KH Ma’ruf Amin merupakan tokoh sentral di NU.

“Jadi sekali lagi organisasi NU beserta seluruh strukturnya di bawah, memang tidak bisa menggunakan atribut organisasi kop surat, stempel, tidak, tetapi warga NU sebagaimana juga dijamin konstitusi itu punya hak politik dipilih dan memilih. Dalam rangka menjalankan hak politiknya, warga NU sudah merasa punya kewajiban moral untuk mensukseskan KH Ma’ruf,” tegas dia.

Menanggapi pernyataan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyebut Prabowo Subianto punya hubungan baik dengan NU, dengan tegas Robikin menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa melarang klaim kubu pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno.

“Kita tidak bisa melarang pihak lain mengaku dekat dengan NU. Kami justru senang, merasa terhormat,” ujarnya menambahkan. (Gan)