Obsesi Tim BNI Masuk Final Proliga 2019

0
Pelatih tim BNI Putri, Loudry Maspaitella (baju hitam) berobsesi masuk Final Proliga 2019. (Suarakarya.co.id/Warso)

JAKARTA (Suara Karya): Tim bola voli BNI Putri akan tampil tanpa beban dalam Proliga yang mulai digelar dan ditutup di GOR Amongrogo 7 Desember 2018 hingga 24 Februari 2019.

“Tahun lalu tim BNI Putri masuk peringkat lima, dengan begitu akan tampil tanpa beban mengejar target masuk final four. Target pertama masuk empat besar, setelah itu baru menyusun strategi melangkah ke final dan tampil juara,” tegas pelatih tim BNI Putri Loudry Maspaitella di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Loudry menegaskan, upaya meraih target yang diberikan tim BNI Putri akan diperkuat pemain asing dari Thailand dan daratan Amerika. Sekarang tinggal meramu menghadapi tim juara dari Pertamina dan runner-up Popsivo.

Pada kesempatan yang sama Direktur Proliga Hanny Surkatty mengatakan, delapan kota akan menjadi perhelatan kompetisi yang digelar sejak 2002 itu. GOR Amongrogo Yogyakarta akan menjadi awal digelarnya Proliga 2019, 7-9 Desember 2018 dan berakhir di GOR yang sama pada 24 Februari 2019.

Kota lainnya yang akan menjadi tempat pelaksanaan Proliga 2019 antara lain GOR Tridharma Gresik (14-16 Desember 2018), GOR C’Tra Arena Bandung (21-23 Desember 2018), itu untuk putaran pertama.

Kemudian dilanjut dengan putaran kedua di Gedung PSCC Palembang (11-13 Januari 2019), GOR Bulutangkis Pekanbaru (18-20 Januari 2019), dan GOR Sritex Arena (25-27 Januari 2019). Dan kemudian dilanjutkan dengan final four pertama di GOR Joyoboyo Kediri (8-10 Februari 2019), final four kedua di GOR Ken Arok Malang (15-17 Februari 2019), serta ditutup grand final di GOR Amongrogo (23 dan 24 Februari 2019).

Menurutnya, Proliga 2019 berbeda dengan Proliga sebelumnya. Pada Proliga 2019 ini dilaksanakan lebih awal yakni Desember 2018. Hal ini, karena adanya Pilpres dan Pileg tahun depan. “Kita menghormati adanya pelaksanaan Pilpres dan Pileg pada bulan April 2019. Makanya waktunya lebih awal,” ujar Hanny.

Perbedaan lainnya, pada kompetisi musim ini pelaksanaan final yang biasanya berlangsung Hari Minggu, untuk perebutan juara putra dan putri. Kali ini final putri dilangsungkan Sabtu dan final putra Minggu. Selain itu, perebutan peringkat ketiga dan keempat yang tadinya diperebutkan saat laga final four, kini dilangsungkan pada grand final di mana putri Sabtu dan putra Minggu.

Menurut Hanny, pelaksanaan final menjadi dua hari disebabkan adanya minat penonton yang begitu membludak selama pada laga final sebelumnya di Yogyakarta. “Dengan adanya final dua hari ini diharapkan penonton terbagi dua, Sabtu dan Minggu,” ungkap Hanny.

Kompetisi Proliga 2019 ini diikuti lima tim putri dan enam putra. Lima tim putri yaitu Jakarta Pertamina Energi, Jakarta PGN Popsivo Polwan, Bandung Bank bjb Pakuan, Jakarta BNI 46, dan Jakarta Elektrik PLN. Sedangkan enam tim putra antara lain Surabaya Bhayangkara Samator, Palembang Bank SumselBabel, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, Jakarta Garuda, Sidoarjo Aneka Gas Industri.

Terdapat dua nama tim baru, di bagian putra, yang akan berkiprah pada musim ini yakni Jakarta Garuda dan Sidoarjo Aneka Gas Industri. “Ya dua tim itu adalah peserta baru pada Proliga 2019,” tambah Hanny. (Warso)