OJK Dorong Penyaluran Kredit di Bali Lebih Merata

0
Ilustrasi Gedung OJK. (Ist)

DENPASAR (Suara Karya): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penyaluran kredit oleh perbankan di seluruh Bali lebih merata karena hingga triwulan ketiga tahun 2018 penyerapan lebih banyak di Denpasar dan Kabupaten Badung.

“Perbankan dapat melakukan pemerataan pertumbuhan ekonomi salah satunya melalui pendekatan penyaluran kredit produktif,” kata Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah di Denpasar, Sabtu (24/11/2018).

OJK mencatat total penyaluran kredit perbankan di Bali hingga September 2018, mencapai Rp84,25 triliun atau meningkat Rp2,97 triliun dari September 2017 sebesar Rp81,37 triliun.

Dari jumlah tersebut, penyaluran kredit terbesar terjadi di Denpasar mencapai Rp41,8 triliun atau menguasai porsi sekitar 56,4 persen dari total penyaluran seluruh kredit. “Jika dibandingkan periode sama September 2017 mencapai Rp41,3 triliun atau ada peningkatan nominal mencapai Rp508 miliar,” ucap Hizbullah.

Penyerapan kredit terbesar kedua di Kabupaten Badung mencapai 12,9 persen atau Rp9,5 triliun dan posisi ketiga ditempati Kabupaten Buleleng mencapai 8,26 persen atau Rp6,1 triliun.

Tidak hanya untuk realisasi pembiayaan, OJK juga mencatat penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) atau dana masyarakat juga didominasi tiga daerah yakni Denpasar, Badung dan Buleleng.

DPK perbankan di Bali hingga September 2018 mencapai Rp105,2 triliun atau tumbuh Rp8,3 triliun dari posisi sama tahun lalu mencapai Rp96,8 triliun. Kota Denpasar juga mendominasi penghimpunan DPK mencapai Rp61 triliun, menguasai 64,4 persen dari total keseluruhan atau meningkatkan dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp57,3 triliun.

DPK terbanyak kedua di Kabupaten Badung mencapai Rp16,2 triliun atau 17,1 persen dan ketiga di Kabupaten Buleleng mencapai Rp4,3 triliun atau 4,56 persen.

Menurut Hizbullah, salah satu penyebab rendahnya penyaluran kredit selain tiga daerah itu karena pusat perekonomian di Bali terletak di Kota Denpasar dan Badung.

Selain itu, sebagian bank yang beroperasi di luar tiga daerah tersebut merupakan kantor cabang pembantu dan pelaporannya dilakukan oleh kantor cabang utama yang berada di wilayah Denpasar dan Badung. “Kami juga mendorong akses keuangan lebih dekat dengan masyatakat,” ucap Hizbullah. (I Made Oka)