DAMPAK COVID-19
OJK Dukung Kebijakan Pemerintah Dorong Sektor Riil

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah dalam mendorong usaha sektor riil untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan non UMKM yang sedang tertekan.

Wimboh menjelaskan hal ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak wabah pandemi Coronavirus (Covid-19).

Dirinya menjelaskan, OJK mendukung dan akan menyiapkan paket kebijakan subsidi bunga yang diberikan oleh pemerintah bagi debitur bank, BPR dan perusahaan pembiayaan.

“OJK bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) sedang menyiapkan berbagai ketentuan pelaksana yang akan mengatur proses pendaftaran debitur,” kata Wimboh Santoso dalam siaran pers, Jum’at (8/5/2020).

Wimboh menambahkan OJK bersama Kemenkeu dan BI sedang mengatur proses pendaftaran debitur yang layak menerima subsidi bunga dan mekanisme pengajuan subsidi bunga itu dari bank, BPR dan perusahaan pembiayaan ke pemerintah. Ia pun membeberkan syarat utama debitur yang menerima subsidi bunga pemerintah tersebut.

Syarat utama penerima subsidi bunga pemerintah adalah debitur dengan kolektibilitas 1 (lancar) dan kolektibilitas 2 (dalam perhatian khusus) pada bank, BPR dan perusahaan pembiayaan per posisi Februari 2020,” Jelasnya.
Sejak Maret 2020,  OJK juga telah mengeluarkan kebijakan untuk membantu UMKM dan masyarakat yang terdampak COVID-19 dengan skema restrukturisasi kredit perbankan dan perusahaan pembiayaan.

“Awalnya memang berbagai prioritas untuk UMKM tapi kita juga berikan dukungan untuk menyangga pelaku non UMKM. Kami juga terus kembangkan perjanjian kerja sama dengan Kemenkeu, BI, dan LPS agar operasionalnya bisa lebih cepat. Kecepatan prosedur jadi sangat penting,” terangnya.

Sementara itu  untuk debitur kategori layak dengan pinjaman kurang dari Rp 500 juta bisa mendapatkan keringanan bunga di 3 bulan pertama sebesar 6%, dan 3 bulan kedua sebesar 3%. Bagi debitur dengan pinjaman Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar mendapatkan subsidi bunga 3 bulan pertama sebesar 3% dan 3 bulan kedua sebesar 2%.

Selain UMKM, subsidi bunga pemerintah juga akan diberikan untuk debitur KPR tipe 21, 22, hingga 70. Kemudian sasaran penerima lain juga untuk debitur Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) produktif dengan plafon kredit hingga Rp 500 juta. (Andara Yuni)