Olahraga Bantu Jaga Ritme Tubuh Penderita Jantung

0

JAKARTA (Suara Karya): Olahraga merupakan cara paling sehat dan ideal bagi pasien penderita jantung guna menjaga ritme kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tapi, manfaat ini tidak bisa dilepaskan dari intensitas waktu berolahraga yang ideal.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Siloam Hospitals Dhirga Surya mengatakan, bagi orang dewasa sebaiknya melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 menit atau aktivitas fisik intensitas tinggi sekitar 75 menit per minggu.

“Berolahraga dapat mengurangi atau menghilangkan stress pada otak manusia. Sebab stress berdampak sangat buruk pada kesehatan jantung”, tutur Abdul Halim Reynaldo, Kamis (29/09/2022) melalui edukasi live Instagram dalam momentum Hari Jantung Dunia bertajuk : ‘Sport and Cardiovascular Prevention’yang dihelat manajemen Siloam Hospitals Dhirga Surya di kota Medan.

Sementara itu, dr Abdul Halim Reynaldo Sp.JP (K) mengatakan, aktivitas olahraga fisik dengan intensitas sedang dapat dilakukan melalui gerak jalan cepat, senam ringan atau kebiasaan membersihkan rumah. Adapun olahraga intensitas tinggi melalui joging, bermain tenis hingga berenang.

“Manfaatnya sangat berarti. Bagi orang sehat, berolahraga dapat mengurangi resiko penyakit sebanyak 10 persen. Sedangkan bagi penderita jantung, berolahraga teratur dapat mengurangi 17 persen risiko penyakit,” kata dr Abdul Halim.

Dia menegaskan, bagi pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung, ritme berolahraga harus disesuaikan dengan keadaan tubuh. Bahkan dianjurkan melakukan konsultasi kepada dokter.

Abdul Halim mengatakan, dalam berolahraga terdapat dua hal yang harus diingat pasien pemilik riwayat jantung, yaitu mencegah potensi terjadinya Injury (cedera) Recurrent atau timbulnya keluhan penyakit yang sama. Dan poin ke dua adalah ‘Over training’ atau tidak melakukan olahraga secara berlebihan.

“Secara awam, ‘over training juga bisa ditilik dengan melihat apakah pada kondisi lelah atau capek. Dan sebaiknya denyut nadi sebelum berolahraga, semisal, 70/ menit hanya bertambah dibatasan 30- 40 / menit semisal menjadi 100/ menit adalah ideal sebagai acuannya,” kata Abdul Halim.

Menurutnya, pada pelaksanaan berolahraga dianjurkan pula untuk melakukan pemanasan olah tubuh selama 5 hingga 10 menit kemudian berolahraga selama 30 hingga 45 menit dan ditutup dengan pendinginan/relaksasi dengan durasi dibawah 10 menit. Dan tidak dianjurkan sebelum berolahraga untuk mengkonsumsi kopi. (Bayu)