Ombudsman Apresiasi Kesigapan PLN Tangani Banjir di Kalsel

0

BANJARMASIN (Suara Karya): Ombudsman menilai kerja keras PLN sudah cukup baik dalam melayani masyarakat ditengah bencana banjir yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan warga, PLN terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan yang terdampak banjir di Kalsel.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Kalimantan, Hadi Rahman saat menerima kunjungan kerja manajemen PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UIW Kalselteng), Senin (25/1). Ia mengatakan, PLN sudah cepat tanggap dalam upaya menjaga keselamatan masyarakat dan mengatasi keluhan publik.

“Di saat bencana banjir luar biasa melanda Provinsi Kalimantan Selatan, kami menilai apa yang sudah dilakukan oleh PLN dalam memberikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat sudah cukup baik, PLN sangat cepat tanggap,” ungkap Hadi Rahman, seperti dilansir laman bumn.go.id.

Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW Kalselteng, Abdan Syakuro menjelaskan, kunjungan kerja PLN ke Ombudsman Provinsi Kalsel merupakan langkah inisiatif PLN guna melaporkan informasi dan progres pengamanan kelistrikan masyarakat terdampak bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Provinsi Kalsel.

“Di tengah bencana banjir yang melanda Kalsel seperti saat ini tentu akan berdampak pada sektor pelayanan publik, untuk itu kami menyampaikan informasi terkait pelayanan kelistrikan yang kami lakukan kepada Ombudsman sebagai lembaga negara terkait pengawas pelayanan publik,” ungkap Abdan.

Abdan menambahkan, meskipun saat ini Kalsel dilanda bencana banjir, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap pelayanan kelistrikan PLN. Terkait dengan adanya beberapa daerah yang padam listrik, ia mengatakan itu diakibatkan beberapa gardu distribusi listrik masih terendam banjir atau kondisinya tidak aman karena debit air yang masih tinggi.

“Kami menyampaikan ke Ombudsman, dalam kondisi banjir seperti ini PLN tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan masyarakat, baik yang terdampak banjir maupun tidak. Terkait beberapa daerah yang masih padam listrik, hal itu disebabkan oleh gardu distribusi masih ada yang terendam banjir dan debit air yang masih tinggi, sehingga berbahaya untuk keamanan dan keselamatan masyarakat jika dipaksa untuk dinyalakan,” jelas Abdan.

Sebagai upaya untuk mempercepat penormalan sistem kelistrikan pasca banjir di Provinsi Kalimantan Selatan, PLN sudah menerjunkan sebanyak 701 personel dan 146 unit armada tersebar di wilayah terdampak banjir. Hasilnya, berdasarkan pantauan sistem kelistrikan sampai dengan pukul 14.00 WITA, Senin (25/1) PLN sudah berhasil menyalakan sebanyak 1.512 gardu distribusi listrik atau 93% dari total 1.629 gardu terdampak dan 104.688 pelanggan PLN terdampak banjir sudah kembali menikmati listrik. (Pramuji)