Optimalkan Layanan TIK Pendidikan, Kemdikbud Bentuk EduCSIRT

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membentuk gugus tugas tim penanganan insiden siber bernama EduCSIRT (Education Computer Security Incident Response Team).

“Tim bekerja mengamankan seluruh layanan dari sistem pemerintahan elektronik di Kemdikbud,” kata Sekjen Kemdikbud, Ainun Na’im saat peresmian EduCSIRT secara daring, Jumat (7/8/20).

Hadir dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), Yoseph Puguh Eko Setiawan.

Ainun dalam siaran pers menjelaskan, kegiatan EduCSIRT berkoordinasi dengan BSSN dan melibatkan seluruh unit pusat di lingkungan Kemdikbud.

“Pembentukan EduCSIRT dilatarbelakangi cepatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang juga memicu kerentanan dan insiden siber, terutama pada layanan TIK pendidikan,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusdatin Kemdikbud, M Hasan Chabibie. Katanya, Kemdikbud sebagai pemangku kepentingan nasional bidang pendidikan menyadari serangan siber merupakan ancaman nyata yang tidak bisa di bendung lagi.

EduCSIRT Kemdikbud memberi dua layanan dalam menjalankan tugasnya, yaitu layanan reaktif dan layanan proaktif. Layanan yang bersifat reaktif meliputi pemberian peringatan terkait dengan laporan insiden siber, penanggulangan dan pemulihan insiden serta penanganan kerawanan dan penanganan artefak.

Sedangkan layanan yang bersifat proaktif, Kemdikbud secara aktif membangun kapasitas sumber daya keamanan siber dengan cara memberi laporan kerentanan kepada pengelola layanan masing-masing satuan kerja, memberi.security assesment, melakukan security audit serta membangun kesadaran dan kepedulian terhadap keamanan siber.

“Insiden siber adalah kejadian yang mengganggu atau mengancam sistem elektronik atau infrastruktur informasi kritikal bagi layanan publik atau pelanggaran kepatuhan terhadap peraturan/kebijakan keamanan siber,” tuturnya.

Koordinator Tata Kelola TIK Pusdatin, Aries Setio Nugroho menjelaskan, jenis insiden dan dukungan EduCSIRT Kemdikbud dalam penanganan insiden siber. “Insiden siber yang kami temukan, antara lain Web Defacement, DDOS, Malware, Phising, Pembajakan akun, Akses Ilegal, Spam dan Malware,” kata Aries.

Ditambahkan, pelaporan insiden keamanan siber dapat dikirimkan ke educsirt@kemdikbud.go.id atau di nomor WA 08111977478 pada jam kerja. Pelapor wajib melampirkan foto/scan kartu identitas dan bukti insiden berupa foto, screenshoot atau log file yang ditemukan, agar aduan dapat ditindaklanjuti secepatnya oleh petugas.

“Sepanjang tahun 2020 tercatat ada 20 insiden laporan, 6 closed, 14 solved,” ucap Aries menandaskan. (Tri Wahyuni)