Orang Tua dan Pelatih Sambut Test Performa POB

0
Orang tua atlet dan pelatih bersama dukung test performa atlet DKI Jakarta. (suarakarya.co.id/Warso)

JAKARTA (Suara Karya): Test performa mendapat sambutan hangat baik dari pelatih klub maupun orang tua atlet. Dengan harapan, test kesehatan dan fisik yang dilakukan Program Olahraga Berkelanjutan (POB) dapat mengetahui sejauh mana atlet melakukan latihan di klub maupun di Pengprovnya masing-masing.

“Diberikan test performa pada atlet lapis kedua yang berusia dibawah 15 tahun sangat membantu untuk mengetahui sejauh mana latihan yang dilakukan. Dengan begitu, melalui hasil test tersebut dapat dijadikan catatan atau acuan melakukan penempaan atlet yang tergabung dalam POB,” tegas Salim Ayuba (0rang tua Fani) saat mendampingi putrinya dalam test performa di Stadion Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (11/12/2018).

Salim yang juga orang tua atlet Wushu lapis dua DKI yaitu Fani (sandha) mengatakan, test performa yang diberikan POB ini sangat tepat sekali dalam memantau peningkatan kondisi fisik dan kesehatan atlet. Test semacam ini seharusnya diberikan pada atlet lapis kedua atau pertama maksimal 6 bulan sekali.

Hal yang sama dikatakan orang tua Gweneth (9 tahun) yaitu Patricia. Sebagai orang tua atlet, dia bersyukur DKI Jakarta memiliki Program Olahraga Berkelanjutan (POB). Melalui program tersebut, seorang atlet dapat dimonitor mulai usia dini. Bukan saja bila sudah masuk atlet elite nasional. Namun POB terus melakukan monitor dua arah yaitu atlet lapis kedua (junior) dan elite (senior).

Melalui program tersebut katanya, pembinaan yang berkesinambungan terus mendapat pendampingan dalam mengetahui fisik dan kesehatan atlet. Pembinaan semacam itu katanya, akan menghasilkan bibit-bibit unggul nantinya.

Bahkan orang tua dan pelatih dapat mengetahui sejauh mana prestasi yang dimiliki atletnya sebelum diturunkan dalam event nasional.maupun internasional. Seperti halnya putri tersayangnya akan tampil dalam Wushu Bali Internasional Open di Bali 17-18 Desember 2018.

Melakukan test performa sebelum berangkat ke Bali waktunya cukup tepat. Dia berharap, dengan fisik dan kesehatan yang mumpuni akan menghasilkan prestasi optimal nantinya. Yaitu Gweneth bisa meraih prestasi optimal di nomor taulho. Minimal prestasi yang diraih lebih bagus dibanding saat tampil sebelumnya di Kejurnas junior di.Bandung dan Semarang.

Patricia bersyukur dalam test performa atlet lapis kedua mendapat pengawasan ketat Kadispora DKI Jakarta, Rationo yang terus datang langsung ke Stadion UNJ. Begitu juga dengan bidang tekhnik POB, Del Asri dan Prof. Atmawi. Dengan begitu, para teknisi POB lebih jeli dan semangat lagi mengggelar test performa atlet lapis kedua. (Warso)