OSC Kembali Tawarkan Ratusan Beasiswa di 18 PTS Ternama

0

JAKARTA (Suara Karya): Online Scholarship Competition (OSC) kembali tawarkan beasiswa belajar di 18 perguruan tinggi swasta (PTS) ternama di Indonesia. Tersedia kuota 360 kursi yang siap diperebutkan.

“Pendaftaran melalui situs osc.medcom.id. Proses seleksi dilakukan 2 bulan dari sekarang demi mengejar masa perkuliahan tahun ini,” kata Direktur Utama Medcom.id, Mirdal Akib kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/8).

Mirdal menjelaskan, program beasiswa OSC sebenarnya sudah memasuki tahun ke-4. Waktu pendaftaran dibuat sedikit lebih lambat dari biasanya, karena harus mengakomodir keinginan PTS yang baru bergabung dalam program beasiswa ini.

“Saat OSC diperkenalnya pada 2015, jumlah PTS pemberi beasiswa hanya 5 kampus di seputar Jakarta dan Bandung. Jumlahnya terus bertambah hingga menjadi 18 PTS pada tahun ini, dengan nilai beasiswa mencapai Rp30 miliar,” ujarnya.

Mirdal menambahkan, animo para pemburu beasiswa S1 terlihat cukup tinggi. Terutama saat seleksi OSC 2017 lalu dengan kuota 240 kursi. Jumlah pendaftar mencapai 42 ribu orang.

“Untuk tahun ini kami berharap jumlah pendaftar mencapai 70 ribu orang. Sehingga perebutan kursi berlangsung ketat,” ucapnya.

Menurut Mirdal, masing-masing PTS akan memberi kuota rata-rata 20 kursi yang tersebar di hampir seluruh program studi (prodi) dari kampus tersebut. Beasiswa mencakup uang gedung, uang kuliah, uang praktik hingga uang buku, kecuali biaya hidup.

“Beasiswa diberikan hingga 8 semester dengan syarat Indeks Prestasi (IP) penerima tetap diatas angka 3.5,” ujar Mirdal seraya menambahkan pihaknya tengah mengupayakan agar beasiswa juga mencakup biaya hidup.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan, Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemristekdikti, Didin Wahidin mendukung upaya yang dilakukan OSC. Karena hal itu dapat mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) di pendidikan tinggi.

“Bukan rahasia lagi jika APK pendidikan tinggi Indonesia masih rendah yaitu 32 persen. Berbagai upaya kita lakukan untuk menaikkan APK pendidikan tinggi lewat program beasiswa,” tuturnya.

Disebutkan program beasiswa yang dikelola Kemristekdikti, yaitu Bidik Misi, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), beasiswa Prestasi Ekstrakurikuler, dan lain sebagainya.

Didin mengakui berat perjuangan menaikan APK sebesar 1 persen saja, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang demikian besar. Setiap tahun, ada sekitar 1,5 juta dari 7 juta lulusan SMA atau SMK sederajat yang mampu diserap perguruan tinggi.

“Hampir sebagian besar kasus lulusan sekolah menengah atas yang tak lanjut ke pendidikan tinggi karena masalah ekonomi. Karena itu, kami dukung jika ada swasta yang mau membantu kuliah anak bangsa,” ujarnya. (Tri Wahyuni)