OSN 2022 Resmi Ditutup, Pemenang Tak Lagi Didominasi Siswa dari Pulau Jawa

0

JAKARTA (Suara Karya): Perhelatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2022 yang digelar Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah berakhir pada Sabtu (6/8/22).

Nama pemenang OSN 2022 untuk jenjang SD dan SMP itu tak lagi didominasi siswa dari Pulau Jawa seperti di masa lalu, tetapi hampir menyebar di seluruh Tanah Air. Hal itu menandakan kualitas pendidikan di Indonesia semakin merata.

Demikian dikemukakan Direktur Sekolah Dasar (SD), Kemdikbudristek, Muhammad Hasbi saat menutup OSN 2022 yang dilaksanakan secara hibrida dari kota Tangerang, Sabtu (6/8/22).

Ditambahkan, penguasan sains menjadi penting karena dasar dari kemajuan teknologi Indonesia. “Teruslah berkarya dalam bidang sains, manfaatkan diri dengan menjadi tutor sebaya agar teman-teman kalian dalam memahami sains lebih baik,” kata Hasbi.

Hal senada dikemukakan Kepala BPTI sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Asep Sukmayadi. Katanya, OSN 2022 tak saja bertujuan memupuk prestasi akademik siswa, tetapi juga menanamkan karakter luhur Pancasila.

“Kita ingin memupuk kecerdasan, sekaligus menanamkan karakter Pelajar Pancasila sebagai bagian dari Manajemen Telenta Nasional,” ucap Asep.

Pelaksanaan OSN 2022 jenjang SD dan SMP diikuti sekitar 88.975 siswa dari seluruh Indonesia. Seleksi dilakukan pada 2-3 Agustus 2022 secara serentak baik di Indonesia maupun luar negeri.

Dari hasil seleksi terpilih 60 pemenang jenjang SD dan 135 pemenang jenjang SMP. Selain diberi medali emas, perak, dan perunggu, peserta juga mendapat plakat penghargaan untuk kategori ‘The Best Theory’, ‘The Best Overall’, “The Best Observation’, dan ‘The Best Exploration’ untuk jenjang SD bidang lomba Matematika dan IPA.

Plakat penghargaan predikat juga diberikan untuk kategori ‘Best Theory’ dan ‘Best Observation’ untuk jenjang SMP bidang lomba IPA dan IPS.

Berikut nama pemenang OSN 2022 untuk jenjang SD bidang lomba Matematika. Lima peraih medali emas, yaitu Seraphine Peyton Zhang dari SD Pelita Cemerlang, Kota Pontianak, Kalimantan Barat; Ryan Stefano dari SDS Kristen X BPK Penabur, DKI Jakarta; dan Lionel Wijaya dari SD Cahaya Nur, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Selain itu masih ada Celso Rayi Al Khairy Firman dari SD Bina Tunas Cemerlang, Kota Bogor, Jawa Barat; dan Yehezkiel Pandapotan Siagian dari SD Swasta Bona Pasogit, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Kategori ‘The Best Over All’ diraih Serephine Peyton Zhang, ‘The Best Theory’ diraih Ryan Stefano, dan ‘The Best Exploration’ diraih Lionel Wijaya.

Untuk Bidang IPA, lima peraih medali emas yaitu Cakra Buana dari SD Unggulan Al-Ya’lu, Kota Malang, Jawa Timur; Muhammad Khalish Khairul Azzam dari SD Al Bayan Islamic School, Kota Tangerang, Banten; dan Azkiano Kenzo Nawafa dari MI Swasta Muhammadiyah I, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Selain itu ada Shane Nicholas Darmawan dari SD Kristen 6 BPK Penabur, Kota Bandung, Jawa Barat; dan Rianson Noah Seputra dari SD Kristen Penabur Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kategori ‘The Best Over All’ diraih Cakra Buana, ‘The Best Theory’ diraih Jennifer dari SDS Kristen II BPK Penabur, DKI Jakarta; dan ‘The Best Exploration’ diraih Azizirohim dari SD Luqman Al Hakim, Surabaya, Jawa Timur.

Untuk jenjang SMP, peraih medali emas bidang lomba Matematika yaitu Chrysander I A Setiawan dari SMP Kristen 4 Penabur, DKI Jakarta; Grace Christinalie dari SMP Darma Yudha, Kota Pekanbaru, Riau; dan Danica Odelia dari SMP Santo Aloysius, Kota Bandung, Jawa Barat.

Selain itu ada Audrey Felicity Hadi Siswoyo dari SMP Katolik Bhara Widya, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur; dan Fernando Almer Renjiro dari SMP Negeri 2 Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Kemudian Salsabila Bilqis Hisannah dari SMP Al Hikmah Surabaya, Jawa Timur; Raditya Edafausta Tjiaman dari SMPS Lentera Kasih, Kabupaten Badung, Bali; Matthew Ravanelli Tjiptono dari SMP BPK Penabur Banda, Kota Bandung, Jawa Barat; Yuriko Khang dari SMP K IPEKA, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur; dan Jenover Viano Yoshield dari SMP Katolik Santu Petrus, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Untuk medali emas bidang lomba IPA diraih Alfreda Risqullah Saputra dari MTSN 1 Kota Malang, Jawa Timur; Bara Makiyya Madani dari SMP Unggulan Al-Ya ‘Lu Kota Malang, Jawa Timur; Gusti Komang Abhika Atmaja dari SMP Negeri 4 Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta; dan Alicia Nabila Rynfa dari UPT SMP Negeri 1 Gresik, Jawa Timur.

Selain itu ada Daniel Agastya Naranda dari SMP Negeri 5 Yogyakarta; Afrand Mirza Herwinsyah dari SMP Negeri 115, Kota Jakarta Selatan; Gabriella dari SMP Santo Aloysius, Kota Bandung, Jawa Barat; Aurellyallodia Faiza Kusuma dari SMP Sukma Bangsa, Kabupaten Bireuen, Aceh; Aegean Ceska Milano dari SMP Suria Harapan School, Jambi; dan Marfyn Perdana Wijaya dari SMP Negeri 76 Jakarta.

Penghargaan ‘The Best Theory’ diraih Gusti Komang Abhika Atmaja dan ‘The Best Observation’ diraih Gabriella dari SMP Santo Aloysius, Bandung, Jawa Barat.

Untuk kategori IPS, 10 medali emas diraih Karina Jasri Cawir Rejeki Br Ginting dari SMP Swasta Santa Maria Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara; Gladys Kayana Purba dari SMP Cinta Rakyat 1 Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara; Naftali Adventia Perdana dari SMP Negeri 2 Gombong Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah; dan Arfan Erzananda Dildar dari SMP Negeri 9 Jakarta.

Selain itu ada Daniel Edhi Wicaksono dari SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta; Mahmud Abiddin Qohhar dari SMP Unggulan Alya ‘Lu Kota Malang, Jawa Timur; Kezzia Emily Winterstein dari SMP Yos Sudarso Kabupaten Kuningan, Jawa Barat; Sherly Maulia Syfa Marinko dari SMP Negeri 2 Bukittinggi, Sumatera Barat; Daniel Berkat Bungaran Sitinjak dari SMP Negeri 3 Muara Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara; dan Marco Keenanda Tamba dari SMP K 7 BPK Penabur Kota Jakarta.

Penghargaan ‘The Best Theory’ diraih Karina Jasri Stefano dari SMPS Santa Maria Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara dan ‘The Best Observation’ diraih Karina Jasri Stefano dari SMPS Santa Maria Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara. (Tri Wahyuni)