P4TK IPA Kemdikbud Gelar Pelatihan Daring untuk Guru dan TK

0

JAKARTA (Suara Karya): Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK IPA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar Program Pendidikan dan Pelatihan Daring Masif dan Terbuka (Didamba).

“Didamba asalah perluasan jangkauan untuk guru dan tenaga kependidikan (TK) IPA pada jenjang SD, SMP, SMA dan SMK yang ingin meningkatkan kompetensinya,” kata Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud, Supriano saat membuka Program Didamba Angkatan Kedua secara telekonferensi, Senin (13/4/20).

Supriano menilai, Program Didamba adalah langkah tepat bagi P4TK IPA untuk tetap memfasilitasi peningkatan kompetensi GTK bidang IPA di tengah pandemi covid-19. Program Didamba dapat diakses melalui https://pkb.p4tkipa.kemdikbud.go.id/mooc.

“Inovasi yang dilakukan P4TK bidang IPA patut mendapat apresiasi. Model pelatihan semacam ini tak hanya hemat waktu, tetapi juga hemat anggaran. Karena pelatihan dilakukan secara daring,” kata Supriano seraya menyebut Kantor P4TK IPA ada di Kota Bandung.

Ditambahkan, P4TK tetap perlu membuka kelas luring karena masih banyak guru berada di daerah di Indonesia yang tidak memiliki akses internet. Perlu dicari cara agar pelatihan semacam ini dapat diakses semua guru di Indonesia.

“Karena itu Kemdikbud akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga negara lainnya, maupun swasta untuk mengatasi masalah jaringan internet ini. Semoga kendala semacam ini bisa diatasi di masa depan,” katanya.

Selain model pelatihan daring yanh berbasis teknologi, lanjut Supriano, guru harus berinovasi dan diberi motivasi agar meningkatkan kompetensinya dalam penggunaan teknologi. “Teknologi bukanlah pengganti guru. Karena keberadaan guru tak terganti. Kita bisa gunakan teknologi sebagai alat bantu dalam pembelajaran,” ujarnya.

Kepala P4TK IPA, Enang Ahmadi menjelaskan, Program Didamba diikuti 9.200 peserta praseleksi. Dari jumlah itu, baru 936 peserta yang bisa diakomodasi karena kendala infrastruktur.

“Jaringan infrastruktur yang ada saat ini baru bisa menampung 936 peserta. Ada 17 jenis mata diklat yang diberikan. Jumlahnya akan ditingkatkan lagi di masa depan. Masa pelatihan angkatan kedua ini digelar selama 13 April hingga 1 Mei 2020,” tutur Enang.

Ditambahkan, ada dua tahap yang harus dilalui peserta, yaitu tahap teori dan tahap praktik. Tahap teori akan berlangsung selama 3 minggu atau setara 36 jam pelajaran. Sedangka tahap praktik juga akan berlangsung sama yaitu 3 minggu atau 32 jam pelajaran. Total pelatihan menjadi 68 jam pelajaran.

“Dalam 1 tahun, peserta bisa dapat dua angka kredit untuk pengembangan diri. Seluruh peserta yang memenuhi syarat akan dapat Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) pada setiap tahap yang dilaluinya,” ucap Enang menandaskan. (Tri Wahyuni)