Pakar: Sektor Pertanian jadi Sandaran Selama Resesi Ekonomi

0
Ilustrasi: Petani mencuci hasil panen tanaman kangkung di lahan pertanian kawasan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (5/1/2021). Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan mengungkapkan masih ada sekitar 414 hektare area persawahan di Ibu Kota yang tersebar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur. (Antara Foto)

JAKARTA (Suara Karya): Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin mengapresiasi kinerja sektor pertanian khususnya subsektor tanaman pangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal-IV 2020.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB sektor pertanian pada kuartal-IV 2020 tumbuh sebesar 2,59 persen (year on year/yoy), di mana subsektor pendukung utamanya adalah tanaman pangan sebesar 10,47 persen dan diikuti hortikultura sebesar 7,85 persen.

“Rilis BPS tentang pertumbuhan ekonomi pagi ini semakin menunjukkan bahwa sektor pertanian menjadi bantalan cushion selama resesi ekonomi karena pandemi COVID-19,” kata Bustanul di Jakarta, Jumat.

Terkait pertumbuhan kinerja tanaman pangan dan hortikultura yang menjadi subsektor paling tinggi di antara subsektor lain dalam pertanian, Bustanul mengatakan hal itu karena angka produksi yang memang meningkat dengan harga yang menguntungkan, sehingga nilai tambah juga naik signifikan dan menjadi basis perhitungan PDB Pertanian.

Namun ia menilai kondisi daya beli masyarakat yang turun karena pandemi perlu menjadi catatan. Menurut dia, persoalan akses pangan dapat menjadi serius jika tidak diantisipasi dan ditanggulangi secara baik.

“Maka dari itu, sektor pertanian secara umum perlu meningkatkan aplikasi dan perubahan teknologi. Ini untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi yang lebih baik lagi,” kata Bustanul.

Sementara itu Kepala BPS Suhariyanto melaporkan PDB Indonesia pada kuartal IV-2020 mengalami kontraksi sebesar 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif mengalami perlambatan dan terkontraksi sebesar 2,07 persen (yoy) pada 2020. (Yunafry/Ant)