Pameran Alkes Buatan Indonesia di ICE Serpong Menarik Minat Asing

0

JAKARTA (Suara Karya): Ragam alat kesehatan buatan anak bangsa yang dipamerkan di ICE, Serpong, Tangerang Selatan ternyata menarik perhatian negara asing. Mereka menelaah secara detil produk yang dipamerkan hingga 9 November mendatang.

“Kami senang karena undangan ke sejumlah negara direspon baik. Karena mereka hadir dan meneliti sendiri setiap produk yang dipamerkan. Ada puluhan wakil dari 11 negara yang hadir,” kata Sekjen Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi saat membuka Pameran Pembangunan Kesehatan di ICE, Serpong Tangerang Selatan, Kamis (7/11/19).

Pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55. Pameran tersebut menampilkan 296 booth yang mencerminkan komponen pembangunan kesehatan nasional.

Oscar berharap, berbagai inovasi bidang kesehatan tidak berhenti sebatas hasil penelitian. Inovasi harus dapat terhilirisasi, melalui kerjasama akademisi, industri dan pemerintah agar bisa diproduksi secara massal dan diakses oleh masyarakat luas.

“Industri sediaan farmasi dan alat kesehatan merupakan industri padat karya. Industri tersebut membantu mengurangi pengangguran di dalam negeri. Karena itu, berbagai langkah strategis harus dilakukan untuk menarik minat investor membangun industri sediaan farmasi dan alat kesehatan di Indonesia dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) semaksimal mungkin,” ujarnya.

Menurut Oscar, rendahnya penggunaan produk dalam negeri khususnya alat kesehatan di fasilitas pelayanan pemerintah telah menghambat minat investasi. Untuk itu sesuai visi misi Presiden, maka perlu dilakukan langkah langkah konkrit.

“Saya berharap pameran dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk-produk kesehatan dalam negeri, sehingga bisadigunakan secara maksimal dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” katanya.

Pameran menampilkan hasil inovasi riset bidang farmasi dan alat kesehatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dalam negeri, upaya edukasi kesehatan dalam bentuk talkshow/seminar/workshop, serta layanan pemeriksaan gratis untuk masyarakat seperti pemeriksaan mata, mammografi, pemeriksaan darah.dan lain sebagainya.

Dalam kesempatan yang sama, Oscar menilai perlunya perluasan akses kesehatan dengan memanfaatkan teknologi inovasi ke seluruh pelosok negeri. Hal itu penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui budaya hidup sehat.

“Pembangunan kesehatan telah mencapai hasil yang menggembirakan. Hal itu terlihat pada nilai Indeks Pembangunan Manusia dan Usia Harapan Hidup. Peningkatan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) 2018 merupakan bukti nyata atas capaian pembangunan kesehatan,” kata Oscar.

Disebutkan, bukti itu berupa menurunnya angka stunting balita, angka kematian ibu dan angka kematian neonatal. Khusus dalam penurunan stunting yang berhasil turun hampir 10 persen dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

“Kendati demikian, tantangan pembangunan kesehatan masih terbentang di masa depan, terutama upaya untuk menurunkan stunting menjadi di bawah angka WHO sebesar 20 persen,” ucap Oscar yang didampingi Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemkes, Engko Sosialine Magdalene.

Oscar mengungkapkan pesan khusus dari Presiden Joko Widodo, jika angka anak stunting di Indonesia bisa ditekan menjadi dibawah 1 digit. “Kita turunkan angka stunting hingga anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi yang premium,” ucapnya menegaskan. (Tri Wahyuni)