Panen Jagung Hibrida Estimasi Produktivitas Capai 428 Ton

0

KEDIRI (Suara Karya): Petani yang tergabung dalam paguyuban Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melakukan panen jagung hibrida di areal lahan seluas 42,8 hektar, dengan estimasi produktivitas mencapai 428 ton jagung.

“Dalam satu hektar lahan, jumlah tanaman jagung hibrida BISI-18 ini mencapai 100.000 tanaman. Padahal pada jagung biasa, umumnya populasi normalnya hanya sekitar 62.500 tanaman per hektar. Hasil produksinya per hektar diestimasikan mencapai lebih dari 10 ton, sehingga estimasi produktivitas panen kali ini akan mencapai 428 ton jagung,” kata ketua Kelompok Tani Mapan, Supriyadi dalam siaran pers HKTI yang diterima suarakarya.co.id di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Dikemukakan, panen yang berlangsung di Desa Mejono, Kec. Plemahan, Kab. Kediri, Jawa Timur pada areal lahan seluas 42, 8 hektar melibatkan sekiar seribu petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) “Tani Mapan” bertajuk, “Guyub Panen Nusantara”, adalah panen bersama antara HKTI dan PT BISI International Tbk, yang dilaksanakan langsung oleh Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dan Presiden Direktur BISI Jemmy Eka Putra.

Siaran pers HKTI ini mengungkapkan, jenis jagung yang ditanam di Desa Mejono tersebut merupakan varietas jagung hibrida yang diproduksi BISI disebut varietas BISI-18. Penanamannya dimulai pada 5 Juli 2018 dan dipanen Kamis 18 Oktober 2018, yang usia tanamannya mencapai 107 hari.

“Luas lahan panen jagung hibrida BISI-18 di Desa Mejono pada Oktober adalah 42,8 hektar, ini hampir setengah dari luas lahan panen keseluruhan di desa tersebut pada bulan yang sama yang mencapai 86,8 hektar,” ujarnya.

Sementara, total luas panen jagung di Kabupaten Kediri pada Oktober 2018 mencapai lebih dari 15.347 hektar. Sedangkan untuk luas area tanam jagung Kabupaten Kediri dalam kurun satu tahun lebih dari 46.300 hektar.

Usai kegiatan panen bersama, dilanjutkan dengan acara penandatanganan MoU antara HKTI dengan BISI dan CPI. Kemitraan ini merupakan langkah awal kerjasama antara HKTI sebagai wadah organisasi petani Indonesia, BISI di bawah bendera Group Charoen Pokphand Indonesia (CPI) bergerak di sektor produksi benih, pupuk sekaligus penghasil bahan dasar pakan ternak sebagai penyedia benih jagung hibrida berkualitas dan bimbingan teknis bududaya, dan CPI sebagai pembeli siaga yang siap membeli berapapun jumlah panen petani sesuai harga pasar yang berlaku. (indra dh)