QRIS
Pasar Jaya Minta BI Jakarta Bantu Alat Penguat Jaringan Selular

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktur Properti dan Perpasaran Perumda Pasar Jaya Aristianto, mengeluhkan lemahnya jaringan selular di Pasar Kedoya Jakarta Barat, khususnya di bagian basement. Kondisi ini tentunya menjadi kendala bagi para merchant, pengguna  pembayaran non tunai Quick Response Code Indonesian Standard  (QRIS) dalam bertransksi.

“Kami berharap, Bank Indonesia (BI) Jakarta dapat memberikan bantuan alat penguat jaringan, agar transaksi para merchant berjalan lancar,” kata Aristianto.

Namun demikian, Pasar Jaya menyambut baik penggunaan QRIS dibeberpa pasar tradisional yang mereka kelola. Transaksi digital ini diyakini akan menguntungkan pedagang dan pembeli, serta menjadikan transaksi menjadi lebih aman.

“Alhamdulilah pedagang kami sudah terbantu, dimana transaksi yang selama ini tunai bisa diganti dengan digital. Semoga pedagang di Pasar Kedoya ini lebih maju lagi dan dapat terbantu perekonomiannya di masa pandemi,” katanya, Kamis (14/4/2022).

Menangapi lemahnya jaringan selular di Pasar Kedoya, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Suharman Tabrani, menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak khususnya operator selular untuk dapat membantu memberikan penguatan jaringan pada titik yang dikeluhkan.

Menurut Suharman, selain menggencarkan penggunaan QRIS pihaknya juga terus memperbaiki kendala di lapangan yang dihadapi merchant dalam melakukan transaksi. Lemahnya jaringan selular di beberapa titik lokasi, mejadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, ini dimaksudkan agar semua transaksi bisa berjalan dengan lancar.

“Ada keluhan jaringan kurang bagus di beberapa pasar. Tetapi, biasanya kelemahan jaringan terjadi di daerah basement. Kami akan coba membicarakan masalah ini dengan operator selular, bagaimana agar bisa dipasangan penguat jaringan,” kata Suharman saat meninjau Pasar Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (14/4/2022).

Namun demikian lanjut Suharman, BI Jakarta juga akan berupaya memberikan bantuan penguat jaringan terhadap lokasi yang memang jaringannya tidak bagus. “Nanti saya coba tanyakan. Apakah BI Jakarta ada anggaran untuk memberikan bantuan penguatan jaringan selular,” kata dia.

Lebih jauh dia mengatakan,  sosialisasi QRIS kepada masyarakat terus dilakukan dan Alhamdulillah setelah dimulai dari beberapa tahun lalu pengguna QRIS mengalami peningkatan cukup pesat. Tercatat per akhir Maret 2022 di DKI Jakarta jumlah merchant QRIS mencapai 3,4 juta.

“Kedepan kami berharap, masyarakat bisa meningkatkan penggunaan QRIS untuk transaksi pembayaran digital untuk belanja kebutuhan, baik itu di pasar maupun di supermarket,” ujarnya. (Bayu)