Pascagempa, BPOM Segera Kirim Bantuan Obat dan Makanan ke Palu

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bergerak cepat dalam penanganan gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Satu hari pascagempa, tim relawan dari Balai POM di 4 kota yaitu Gorontalo, Mamuju, Samarinda dan Makassar bahkan sudah meluncur ke Palu lewat jalur darat.

“Tim relawan juga membawa bantuan obat, makanan dan minuman untuk meringankan beban korban gempa,” kata Kepala BPOM, Penny Lukito saat ditanya seputar penanganan pascagempa Palu, dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Senin (8/10)

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7.4 skala richter telah mengguncang Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Gempa disertai tsunami telah meluluhlatakan infrastruktur di wilayah tersebut. Aliran listrik, air bersih dan jalur komunikasi yang terputus, membuat mobilisasi bantuan sulit mencapai lokasi bencana.

Penny mengungkapkan, tim relawan ditugaskan untuk memastikan identifikasi situasi, kondisi dan dampak bencana terhadap sumber daya di Balai POM Palu. Pihaknya lalu mengirimkan bantuan untuk kebutuhan masyarakat akan obat-obatan, makanan dan air minum.

“Saat ini diketahui ada 55 orang pegawai negeri sipil (PNS) dan 27 pegawai hononer Balai POM di Palu serta 5 orang PNS Loka POM seluruhnya selamat dari bencana,” ujar Penny.

Ditambahkan, BPOM mengirimkan bantuan melalui berbagai moda transportasi. Untuk jalur udara, bantuan dikirim dengan pesawat Hercules melalui bandar udara Halim Perdanakusuma, Jakarta bekerja sama Mabes TNI.

Untuk jalur laut, BPOM berkoordinasi dengan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) bekerja sama BPPT, Menko Maritim dan Harmoni Indonesia 2018 untuk mengirim bantuan menggunakan kapal ekspedisi Baruna Jaya I, melalui program Operasi Bakti Teknologi Sulawesi Tengah.

“Kapal Baruna telah berangkat sejak 3 Oktober lalu dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman di Dermaga JICT Tanjung Priuk Jakarta,” ujarnya.

Fenny berharap pengiriman bantuan tanggap darurat yang sulit dikirim melalui moda transportasi lain, lebih efektif dan cepat dengan menggunakan moda transportasi kapal laut.

“Seluruh bantuan yang dikirim BPOM berupa obat-obatan, makanan, air minum, perlengkapan sehari-hari, serta tenda sesuai permintaan Dinas Kesehatan Palu,” ujarnya.

Ditambahkan, bantuan yang dikelola BPOM tersebut merupakan hasil penggalangan dari jajaran BPOM, mitra pelaku usaha dan masyarakat luas yang peduli dan merasakan duka saudara-saudara masyarakat Palu, Sigi dan Donggala.

Tim BPOM yang berada di Palu menyatakan komitmennya untuk mendistribusikan dan memastikan bantuan tepat sasaran dan bermanfaat.

“BPOM RI memastikan penyimpanan dan distribusi obat-obatan dan makanan untuk daerah korban bencana dikelola dengan cara yang aman dan baik sehingga benar bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Penny menandaskan. (Tri Wahyuni)