Pasien Positif Covid-19 Kian Bertambah, Hari Ini 3.446 Orang

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan kasus secara signifikan. Begitupun kasus covid-19 di tingkat di dunia.

Dari data yang dikutip lewat Instagram resmi Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan disebutkan, total kasus positif covid-19 pada Minggu (6/9/20) menunjukkan angka 194.109 orang. Dibanding sebelumnya, kenaikan kasus hari ini terbilang paling tinggi mencapai 3.446 kasus!

Untuk kematian akibat covid-19 masih terbilang tinggi. Tercatat ada kenaikan 85 orang, dari 7.940 menjadi 8.025 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga cukup banyak mencapai 2.174 orang dari sebelumnya 136.401 menjadi 138.575 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 26.902.024 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 263.637 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada kenaikan kasus suspek dibanding kemarin sebanyak 2.923 kasus dari 86.778 menjadi 89.701 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada penurunan spesimen 2.661 kasus, dari 30.640 menjadi 27.979 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 12 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, yakno diatas 80 kasus. Disebutkan, DKI Jakarta 1.176 Jawa Timur 303 kasus, Sumatera Barat 244 kasus, Jawa Tengah 233 kasus, Sulawesi Selatan 209 kasus, Jawa Barat 173 kasus, Bali 141 kasus, Riau 140 kasus, Kalimantan Selatan 103 kasus, Kalimantan Timur 86 kasus, Banten 85 kasus, Sumatera Utara 81 kasus dan Maluku Selatan 80 kasus.

Sementara itu, data 7 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 46.333 kasus, Jawa Timur 35.634 kasus, Jawa Tengah 15.351 kasus, Sulawesi Selatan 12.684 kasus, Jawa Barat 12.505 kasus, Kalimantan Selatan 8.760 kasus dan Sumatera Utara 7.633 kasus.

Masih tingginya kasus positif covid-19 di Tanah Air, pemerintah akan terus mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)