Pasien Positif Covid-19 per 10 Juli Turun, Tetapi Masih Tinggi 1.611 Kasus

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya,co.id/Tri Wahyuni) 

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus yang signifikan. Hari ini terjadi penurunan, tetapi angkanya masih tinggi, yaitu 1.611 kasus, dari 70.736 menjadi 72.347 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan tercatat 3.469 orang atau bertambah 52 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 12.272.098 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 228.176 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan sedikit, yaitu 207 kasus dari 38.498 menjadi 38.705 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi kenaikan sedikit yaitu 150 kasus, dari 13.732 menjadi 13.882 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kasus baru pasien positif covid-19 hari ini meski ada penurunan, tetapi angkanya masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.611 kasus. Lonjakan kini terjadi di DKI Jakarta sebanyak 251 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Jumat (10/7/20).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Hari ini ada 8 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu DKI Jakarta 252 kasus, Jawa Timur 246 kasus, Sulawesi Selatan 132 kasus, Sumatera Utara 112 kasus, Jawa Barat 108 kasus, Sulawesi Utara 102 kasus, Jawa Tengah 100 kasus dan Sumatera Selatan 93 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 6 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu Jawa Timur 15.730 kasus, DKI Jakarta 13.739 kasus, Sulawesi Selatan 6.620 kasus, Jawa Tengah 5.303 kasus, Jawa Barat 4.951 kasus dan Kalimantan Selatan 3.990 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 90 kasus, Bali naik sebanyak 86 menjadi 2.110 kasus, Banten naik 14 menjadi 1.573 kasus, Bangka Belitung tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 171 kasus, Bengkulu ada kenaikan 3 menjadi 158 kasus dan Yogyakarta ada kenaikan 7 menjadi 364 kasus.

Berikutnya, Jambi dilaporkan tidak ada kenaikan kasus hari ini tetap menjadi 122 kasus, Kalimantan Barat juga tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 347 kasus, Kalimantan Timur ada kenaikan 19 menjadi 642 kasus, Kalimantan Tengah naik 35 menjadi 1.131 kasus, Kalimantan Selatan naik 64 menjadi 3.990 kasus dan Kalimantan utara tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 214 kasus.

Kemudian, Kepulauan Riau tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 321 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 36 menjadi 1.480 kasus, Sumatera Selatan naik 93 menjadi 2.568 kasus, Sumatera Barat ada kenaikan 6 hari ini menjadi 791 kasus, Sulawesi Utara naik 102 menjadi 1.570 kasus, Sumatera Utara naik 112 menjadi 2.197 kasus dan Sulawesi Tenggara ada kenaikan 7 menjadi 507 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 193 kasus, Lampung ada kenaikan 2 menjadi 205 kasus, Riau tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 238 kasus, Maluku Utara ada kenaikan 24 menjadi 1.101 kasus dan Maluku naik 13 menjadi 858 kasus.

Selain itu, Papua Barat ada kenaikan 4 menjadi 276 kasus, Papua naik 80 menjadi 2.181 kasus, Sulawesi Barat ada kenaikan 5 menjadi 135 kasus, Nusa Tenggara Timur tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 121 kasus dan Gorontalo juga tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 286 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 878 dari 32.651 menjadi 33.529 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu, pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)