Pasien Positif Covid-19 per 26 Juni Melonjak Capai 1.240 Kasus

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus yang signifikan. Hari ini kenaikan kasus mencapai yang tertinggi yaitu 1.240, dari 50.187 menjadi 51.427 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.683 orang atau bertambah 63 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 9.612.250 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 171.715 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan hingga 1.087 kasus, dari 37.294 menjadi 38.381 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terjadi kenaikan lagi hingga 183 kasus, dari 13.323 menjadi 13.506 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.240 kasus. Jumlah terbanyak masih di Jawa Timur sebanyak 356 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Ada 4 provinsi yang hari ini laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur 356 kasus, DKI Jakarta 196 kasus, Jawa Tengah 177 kasus dan Sulawesi Selatan 172 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta sebanyak 10.796 kasus, Jawa Timur 10.901 kasus, Sulawesi Selatan 4.469 kasus, Jawa Tengah 3.097 kasus dan Jawa Barat 3.014 kasus

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh ada kenaikan 3 menjadi 69 kasus, Bali naik 49 menjadi 1.263 kasus, Banten naik 15 menjadi 1.414 kasus, Bangka Belitung tak ada kasus baru, tetap 148 kasus, Bengkulu ada kenaikan 4 menjadi 124 kasus dan Yogyakarta naik 3 menjadi 302 kasus.

Berikutnya Jambi tak ada kenaikan tetap 114 kasus, Kalimantan Barat juga tak ada kenaikan tetap 313 kasus, Kalimantan Timur naik 10 menjadi 483 kasus, Kalimantan Tengah naik 7 menjadi 817 kasus, Kalimantan Selatan naik 41 menjadi 2.876 kasus dan Kalimantan Utara naik 9 menjadi 197 kasus.

Kemudian ada Kepulauan Riau yang hari ini tidak ada kenaikan, tetap 291 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 23 menjadi 1.142 kasus, Sumatera Selatan naik 14 menjadi 1.907 kasus, Sumatera Barat naik 3 menjadi 720 kasus, Sulawesi Utara naik 46 menjadi 984 kasus, Sumatera Utara naik 11 menjadi 1.370 kasus dan Sulawesi Tenggara naik 4 menjadi 341 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah naik 2 menjadi 183 kasus, Lampung tidak ada kenaikan, tetap 187 kasus, Riau naik 3 menjadi 223 kasus, Maluku Utara naik 21 menjadi 661 kasus dan Maluku naik 7 menjadi 691 kasus.

Selain itu, Papua Barat tak ada kenaikan jumlahnya tetap 233 kasus, Papua naik 20 menjadi 1.633 kasus, Sulawesi Barat naik 2 menjadi 108 kasus, Nusa Tenggara Timur naik 2 menjadi 113 kasus dan Gorontalo tak ada kenaikan jumlahnya tetap 243 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 884 dari 20.449 menjadi 21.333 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)