Pasien Positif Covid-19 per 27 Juni Melonjak Lagi hingga 1.385 Kasus

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/net)

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus yang signifikan. Hari ini kenaikan kasus mencapai yang tertinggi yaitu 1.385, dari 51.427 menjadi 52.812 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.720 orang atau bertambah 37 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 9.808.340 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 196.090 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan hingga 2.160 kasus, dari 38.381 menjadi 40.541 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terjadi kenaikan lagi hingga 16 kasus, dari 13.506 menjadi 13.522 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.385 kasus. Jumlah terbanyak masih di Jawa Timur sebanyak 277 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Sabtu (27/6/20).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Ada 5 provinsi yang hari ini laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur 277 kasus, DKI Jakarta 198 kasus, Jawa Barat 197 kasus, Sulawesi Selatan 146 kasus dan Bali 106 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu Jawa Timur 1.178 kasus, DKI Jakarta sebanyak 10.994 kasus, Sulawesi Selatan 4.615 kasus, Jawa Barat 3.294 kasus dan Jawa Tengah 3.064 kasus

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh ada kenaikan 8 menjadi 77 kasus, Bali naik 106 menjadi 1.369 kasus, Banten naik 19 menjadi 1.432 kasus, Bangka Belitung bertambah 1 menjadi 149 kasus, Bengkulu ada kenaikan 1 menjadi 125 kasus dan Yogyakarta naik 2 menjadi 304 kasus.

Berikutnya Jambi ada kenaikan 3 menjadi 117 kasus, Kalimantan Barat bertambah 8 menjadi 321 kasus, Kalimantan Timur naik 11 menjadi 494 kasus, Kalimantan Tengah naik 5 menjadi 822 kasus, Kalimantan Selatan naik 54 menjadi 2.930 kasus dan Kalimantan Utara naik 4 menjadi 201 kasus.

Kemudian ada Kepulauan Riau yang hari ini tetap tidak ada kenaikan menjadi 291 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 21 menjadi 1.163 kasus, Sumatera Selatan naik 43 menjadi 1.950 kasus, Sumatera Barat naik 2 menjadi 722 kasus, Sulawesi Utara naik 55 menjadi 1.039 kasus, Sumatera Utara naik 77bmenjadi 1.447 kasus dan Sulawesi Tenggara naik 2 menjadi 343 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah naik 1 menjadi 184 kasus, Lampung ada kenaikan menjadi 188 kasus, Riau tidak ada kenaikan menjadi 223 kasus, Maluku Utara naik 37 menjadi 698 kasus dan Maluku naik 15 menjadi 705 kasus.

Selain itu, Papua Barat ada kenaikan 1 menjadi 234 kasus, Papua naik 37 menjadi 1.670kasus, Sulawesi Barat naik 1 menjadi 109 kasus, Nusa Tenggara Timur tidak ada kenaikan kasus menjadi 113 kasus dan Gorontalo juga tak ada kenaikan jumlahnya tetap 243 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 576 dari 21.333 menjadi 21.909 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)