Pasien Positif Covid-19 per 28 Juni Masih Tinggi hingga 1.198 Kasus

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni) 

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga kini belum terjadi trend penurunan kasus yang signifikan. Hari ini terjadi kenaikan kasus yang masih tinggi yaitu 1.198, dari 52.812 menjadi 54.010 kasus. Untuk pasien meninggal, secara keseluruhan mencapai 2.754 orang atau bertambah 34 orang.

Kondisi serupa juga terjadi di dunia. Kasus positif covid-19 hingga kini juga belum surut. Total pasien positif sebanyak 9.986.862 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 178.522 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan hingga 7.117 kasus, dari 40.541 menjadi 47.658 kasus. Sedangkan kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terjadi kenaikan lagi hingga 1.190 kasus, dari 13.522 menjadi 14.712 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini masih tinggi, jumlahnya mencapai 1.198 kasus. Jumlah kenaikan terbanyak masih dari Jawa Timur sebanyak 330 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Minggu (28/6/20).

Dijelaskan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

“Ada 5 provinsi yang hari ini laporan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu Jawa Timur 330 kasus, Sulawesi Selatan 192 kasus, Jawa Tengah 188 kasus, DKI Jakarta 120 kasus, dan Kalimantan Selatan 73 kasus,” ujarnya.

Sementara itu, data 5 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu Jawa Timur 11.508 kasus, DKI Jakarta 11.114 kasus, Sulawesi Selatan 4. 807kasus, Jawa Tengah 3.482 kasus dan Jawa Barat 3.091 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh ada kenaikan 2 menjadi 79 kasus, Bali naik 45 menjadi 1.414 kasus, Banten naik 6 menjadi 1.438 kasus, Bangka Belitung tak ada kenaikan, tetap menjadi 149 kasus, Bengkulu tak ada kenaikan, tetap menjadi 125 kasus dan Yogyakarta naik 2 menjadi 306 kasus.

Berikutnya Jambi tak ada kenaikan, tetap menjadi 117 kasus, Kalimantan Barat tak ada kenaikan tetap menjadi 321 kasus, Kalimantan Timur naik 9 menjadi 503 kasus, Kalimantan Tengah naik 12 menjadi 834 kasus, Kalimantan Selatan naik 73 menjadi 3.003 kasus dan Kalimantan Utara tak ada kenaikan tetap menjadi 201 kasus.

Kemudian ada Kepulauan Riau ada kenaikan 2 menjadi 293 kasus, Nusa Tenggara Barat naik 36 menjadi 1.193 kasus, Sumatera Selatan naik 50 menjadi 2.000 kasus, Sumatera Barat naik 3 menjadi 725 kasus, Sulawesi Utara naik 18 menjadi 1.057 kasus, Sumatera Utara naik 20 menjadi 1.467 kasus dan Sulawesi Tenggara tak ada kenaikan tetap menjadi 343 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah naik 2 menjadi 186 kasus, Lampung tak ada kenaikan tetap menjadi 188 kasus, Riau ada kenaikan 1 menjadi 224 kasus, Maluku Utara naik 21 menjadi 719 kasus dan Maluku naik 6 menjadi 711 kasus.

Selain itu, Papua Barat ada kenaikan 2 menjadi 236 kasus, Papua naik 26 menjadi 1.696 kasus, Sulawesi Barat naik 2 menjadi 111 kasus, Nusa Tenggara Timur tidak ada kenaikan kasus menjadi 113 kasus dan Gorontalo juga tak ada kenaikan jumlahnya tetap 243 kasus.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 1.027 dari 21.909 menjadi 22.936 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)