PB MDHW: Warga Nahdliyin Bulat Dukung Jokowi/Ma’ruf Amin

0
Sekretaris Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW), Hery Haryanto Azumi

JAKARTA (Suara Karya): Sekretaris Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW), Hery Haryanto Azumi, memastikan bahwa warga Nadlatul Ulama (NU) telah solid dan ‘bulat’ mendukung pasangan capres/cawapres Joko Widodo/Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

“Warga NU (Nahdliyin) saat ini sudah solid bulat hingga ke tingkat pengurus wilayah untuk mendukung Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden nanti. Jadi tidak ada lagi perselisihan terkait dukungan mereka ke Pak Jokowi/KH Ma’ruf Amin,” ujar Hery, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (1/10).

Meski demikian, dia mengatakan, para kyai perlu melakukan komunikasi dengan kyai-kyai lembur (kampung), terutama kyai-kyai yang belum ‘tabayyun’, kyai yang masih mencari kejelasan tentang calon presiden dan wakil presiden mendatang.

Karena itu pula, para kyai akan menggelar doa bersama di Purwakarta pada Rabu mendatang. Selain untuk mendoakan para korban gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Doa bersama ini juga untuk menyatukan para kyai dan seluruh elemen bangsa yang sempat terpecah belah pasca aksi 212.

Menurut Hery, dengan komitmen yang sama, para kyai ingin menuntaskan berbagai persoalan bangsa bersama Jokowi.

“Kami ingin ada kebebasan yang saling melindungi dan mempersatukan elemen bangsa melalui gerakan-gerakan nyata agar pembangunan Indonesia berjalan sesuai harapan semua pihak,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, dia mengatakan, dalam acara Doa Bersama di Purwakarta nanti, pihaknya akan menjelaskan perihal dukungan keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepada Jokowi/Ma’ruf yang menimbulkan beragam pendapat.

“Sekali lagi saya katakan, warga NU solid mendukung Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 mendatang. Itu sudah bulat hingga ke wilayah. Tidak ada lagi perselisihan soal dukungan ke Pak Jokowi,” ujarnya lebih lanjut.

Dia juga menyangkal tudingan bahwa KH Ma’ruf Amin dimanfaatkan untuk meredam kritikan yang selama ini banyak dilontarkan oknum kyai terkait kinerja Jokowi.

“Ini sebetulnya informasi yang menyesatkan atau membodohi. Tidak benar bahwa Pak Jokowi pilih KH Ma’ruf Amin hanya alasan elektoral. KH Ma’ruf sudah terbukti memiliki kemampuan yang telah ditunjukkannya. Begitu banyak gagasan Pak KH Ma’ruf yang dipakai oleh Pak Jokowi. Jadi tidak benar kalau ada anggapan bahwa KH Ma’ruf itu dimanfaatkan oleh Pak Jokowi,” ujar Hery. (Gan)