PBHMI: Salut, Gerak Cepat Pertamina Tangani Insiden Terbakarnya Pipa

0
Foto: ist/net

JAKARTA (Suara Karya): Langkah cepat PT Pertamina (Persero) dalam menangani insiden terbakarnya pipa penyaluran bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di samping ruas tol Padalarang KM 130 Jawa Barat, diapresiasi.

Sehingga, insiden tersebut tidak sempat mengganggu pasokan BBM ke wilayah Bandung dan sekitarnya. Mengingat, BBM merupakan sumber energi vital, yang jika terjadi gangguan pasokan dapat mengakibatkan gejolak sosial dan ekonomi.

Demikian dikemukakan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam (PSDA), Pahmudin Kholik, di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Menurut dia, gerak cepat yang dilakukan Pertamina ini, dapat dicontoh oleh perusahaan energi lainnya dalam menangani insiden serupa.

“Terus terang kami salut pada Pertamina yang langsung bergerak cepat menangani insiden itu, sehingga api cepat dipadamkan dan pasokan BBM ke wilayah Bandung dan sekitarnya tidak terganggu,” ujarnya.

“Bagaimana Pertamina melokalisir persoalan, fokus pada pemadaman, serta mencegah bertambahnya korban, bisa dicontoh untuk menjadi SOP (Standart Operating Procedure) tetap pada perusahaan-perusahaan energi lainnya yang beroperasi di Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Pahmudin juga meluruskan statemen yang mengatasnamakan PBHMI di suatu media, yang menyudutkan Pertamina. Menurutnya, pihak yang mengatasnamakan Kabid Lingkungan Hidup PB HMI Gadri Attamimi merupakan kepengurusan yang tidak sah.

“Yang mengatasnamakan Kabid Lingkungan Hidup PB HMI Gadri Attamimi merupakan kepengurusan yang ilegal. Tidak punya legitimasi maupun legalisasi secara hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut aktivis asal Sulawesi Selatan ini mendesak, agar aparat yang berwajib melakukan investigasi tuntas untuk mencari penyebab insiden tersebut. Pihak yang melakukan kelalaian harus bertanggung secara hukum, dan mengganti kerugian akibat insiden yang ditimbulkan.

“Kami mengetahui dari media bahwa ada dugaan terbakarnya pipa BBM, akibat tertumbuk tiang pancang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Pihak yang berwajib harus mengusut tuntas kebenaran dugaan itu, agar tidak terulang kembali dikemudian hari,” tegasnya lagi.

Pahmudin sendiri mengaku, mendapatkan info dari beberapa sumber bahwa peta jalur pipa BBM sudah diserahkan Pertamina ke pihak KCIC sejak 2015. Sehingga dirinya heran, mengapa masih ada tiang pancang proyek yang mengenai jalur pipa yang amat vital untuk penyaluran energi tersebut.

“Kami akan terus memonitor perkembangan kasus ini. Kami berharap aparat bekerja profesional untuk mengusut penyebabnya dan siapa pihak yang harus bertanggung jawab. Karena akibat insiden ini, rakyat yang paling dirugikan,” tandasnya.

Seperti diketahui, telah terjadi insiden terbakarnya pipa penyaluran BBM yang berada di samping ruas tol Padalarang KM 130 pada Selasa, 22 Oktober 2019. Akibat kejadian ini, Pertamina mengalihkan penyaluran BBM ke wilayah Bandung dan sekitarnya, menggunakan mobil-mobil tangki.

Sementara ini diketahui satu korban tewas akibat insiden tersebut. Yakni seorang operator alat pemasang tiang pancang proyek KCIC berkewarganegaraan China, yang diduga alatnya mengenai pipa BBM hingga terbakar. (Bobby MZ)