PDIP Sesumbar Prabowo-Sandiaga Kalah di Jateng

0

JAKARTA (Suara Karya): Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dianggap menjadi lahan pertempuran (battle ground) yang sengit pada Pilpres 2019. Bahkan, kubu Prabowo-Sandiaga akan mendirikan markas khusus di daerah basis massa PDIP yang dikenal dengan sebutan kandang banteng itu.

Namun, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto tak khawatir dengan strategi dari kubu Prabowo-Sandi. Dia tetap optimis Jokowi-Ma’ruf mampu mempertahankan kemenangan besar di Jawa Tengah seperti yang terjadi pada 2014 lalu.

“Ya nanti dilihat saja. Karena Pak Sudirman Said dan Pak Sandi saat Pilgub (Jateng) kemarin juga sangat yakin menang, tapi faktanya juga kalah,” kata Bambang saat dihubungi merdeka.com, Senin (10/12/2018).

Markas Prabowo-Sandi akan didirikan merujuk hasil Pilgub Jateng 2018. Kala itu, meskipun kalah, jagoan Gerindra yakni Sudirman Said meraup 40 persen lebih suara melawan petahana Ganjar Pranowo. Capaian ini dianggap sebuah prestasi karena pertarungan terjadi di kandang banteng.

Bambang melanjutkan, secara hitung-hitungan kasar, sangat sulit Prabowo-Sandi bisa menang di Jawa Tengah. Dia melihat dari gelagat partai koalisinya yang solid, sementara kubu Prabowo-Sandi malah tampak tak solid, khususnya Demokrat.

“Di Jateng PDIP bersama PKB, PPP, Golkar, NasDem, Hanura dan beberapa partai lagi secara kualitatif agak sulit kalau kubu sebelah menang. Apalagi Demokrat membebaskan kadernya,” tegas Bambang.

“Tapi namanya pertempuran ya bisa-bisa saja ada perubahan,” lanjut pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu.

Dia tak mau mengungkap strategi khusus apa yang akan dilakukan dalam pertempuran di Jawa Tengah. Namun dia memprediksi, hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan lima tahun lalu.

Pada Pilpres 2014, Jokowi-JK mendapatkan 12.959.540 suara. Sementara lawannya, Prabowo-Hatta hanya meraup 6.485.720 suara. Total pemilih sah sebanyak 19.445.260 suara. Suara yang tidak sah mencapai 223.144 suara.

“Ini ya lebih hanya tanding ulang. Perbaruan terletak pada variasi maupun taktis lapangannya,” tutup Bambang.

Sementara itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkap, alasan rencana dibangunnya markas mereka di Jawa Tengah. Salah satu sebab, dikarenakan keyakinannya pada survei internal yang memiliki trend positif di ‘Kandang Banteng’ tersebut.

“Berdasarkan survei kita, memang Jateng menjadi istilah ‘Battle Ground’. Banyak tempat kita menang tipis,” kata Dahnil di Kantor Seknas, Hos Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Minggu (9/12) malam.

Dahnil mengklaim, angka survei tidak jauh dari hasil Pilkada Jateng, saat kadernya Sudirman Said melawan petahana, Ganjar Pranowo. Namun bedanya, menurut Dahnil, yang berkompetisi saat ini adalah komadannya, Prabowo Subianto. Dia percaya, magnet sang eks Danjen Kopassus ini lebih menarik suara.

“Itu di atas 43 persen beda tipis, kita progresif naik sedangkan toko sebelah itu stuck. Yang jelas Pilkada Jateng itu miniatur, karena sekarang ada efek Prabowo, saya pikir akan lebih tinggi dari angka statistik 50 persen, kami yakin,” jelas Dahnil.

Selain markas, Dahnil mengatakan, juga akan dibangun pos-pos pemenangan. Nantinya ‘pangkalan’ tersebut akan tersebar seantero Jawa Tengah.

“Jadi memang posko-posko akan diperbanyak, akan diperkuat di sana memang,” beber dia. (Pramuji)