PDIP Yakin PKB Tak Akan Keluar dari Koalisi Pendukung Jokowi

0
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto

JAKARTA (Suara Karya): Rencana Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengumpulkan para tokoh kiai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU) untuk meminta saran terkait Pilpres 2019, dinilai sebagai langkah baik bagi Cak Imin.

Pernyataan tersebut, dikemukakan Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (3/8).

Pihaknya tidak mempersoalkan apa yang dilakukan PKB yang meminta saran kiai terkait Pemilihan Presiden 2019 tersebut, meskipun PKB merupakan salah satu partai politik pendukung Joko Widodo.

“Ya bagus. Karena PKB kan memang sejarahnya tidak terlepas dari NU, sehingga dialog-dialog dengan kiai, minta petunjuk, ya karakternya memang begitu, demokrasi berdasarkan dengan musyawarah,” ujar Hasto.

Hasto mengaku tidak yakin bahwa langkah Cak Imin itu merupakan pertanda bahwa PKB ingin keluar dari koalisi pendukung Jokowi. Hasto meyakini PKB komitmen di koalisi Jokowi.

“Enggak ada. Semua partai kan sudah bertemu dengan Pak Presiden. Pertemuannya sangat baik dan semua solid,” ujar Hasto.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PKB Muahimin Iskandar dijadwalkan bertemu dengan para kiai untuk meminta masukan terkait koalisi di Pilpres 2019, Sabtu (4/8).

Pertemuan dengan para kiai bertujuan untuk menyatukan langkah PKB dengan mandat yang diberikan para kiai kepada Muhaimin.

Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid mengatakan, partainya bisa saja tak lagi mengusung Presiden Joko Widodo jika tak mendapat persetujuan para kiai.

Hal itu disampaikan Jazilul ketika ditanyai apakah PKB akan tetap mengusung Jokowi setelah meminta pendapat para kiai itu.

“Karena Cak Imin (Muhaimin) mendapat mandat dari para ulama, (arah koalisi) bisa berubah. Namanya juga mandat,” kata Jazilul, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/8). (Sugandi)