Pejabat KemenPUPR Didakwa Terima Rp4,9 Miliar dan 5 Ribu Dolar AS

0
Pengadilan Tipikor (Ist)

JAKARTA (Suara Karya): Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Strategis sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, didakwa menerima suap Rp4,9 miliar dan USD 5 ribu.

Demikian disampaikan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Trimulyono Hendradi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (15/5/2019).

“Yang bersangkutan telah melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima hadiah,” ujarnya.

Perbuatan suap tersebut, katanya, diduga untuk memperlancar pencairan anggaran kegiatan proyek di lingkungan satuan kerja sistem SPAM strategis dan satuan kerja tanggap darurat pemukiman pusat Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR yang dikerjakan PT WKE dan PT TSP.

Menurut dia, total uang yang berasal dari Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto; Direktur PT WKE Lily Sundarsih; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma; dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo tersebut, diterima Anggiat secara bertahap.

Besaran uang yang diterima dari keempat orang itu, sejumlah Rp3,733 miliar termasuk USD5 ribu. Sementara itu, Anggiat turut diduga menerima Rp1,25 miliar dari Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo.

“Patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya,” ujar jaksa Tri.

Atas perbuatan tersebut, Anggiat didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam dakwaan tersebut, Anggiat mengaku tidak akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan. Dengan demikian persidangan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi dan bukti-bukti. Sidang sedianya akan digelar Rabu, 22 Mei 2019.

Sementara empat orang lainnya yang terlibat dalam perkara ini sebagai pihak pemberi, telah duduk di kursi pesakitan. Keempat terdakwa itu diantaranya Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto; Direktur PT WKE, Lily Sundarsih; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma; dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo. (Gan)