Pelaku UMKM Lebak Sambut Positif Bantuan Rp2,4 Juta

0
Ilustrasi - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak. (ist)

LEBAK (Suara Karya): Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menyambut positif program bantuan modal sebanyak Rp2,4 juta bagi UMKM untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Kami menerima laporan penyaluran bantuan itu ditransfer melalui rekening langsung pelaku UMKM sebesar Rp2,4 juta,” kata Ipin, seorang pelaku usaha di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak, Banten, Jumat.

Penyaluran bantuan modal tersebut tentu sangat didambakan bagi UMKM, karena mereka sangat terpukul akibat dampak pandemi COVID-19 itu.

Menurut Ipin, pelaku UMKM di wilayah itu termasuk dirinya terpaksa mengurangi produksi karena omzet pendapatan menurun sekitar 50 persen dibandingkan hari normal.

Biasanya, kata dia, dirinya memproduksi keripik pisang dan singkong sebanyak 50 kilogram, namun kini hanya mampu 25 kilogram. Penyaluran bantuan modal dari Presiden Jokowi dinilai bisa menolong pelaku UMKM agar bisa meningkatkan produksi usaha.

“Kami sekarang pendapatan kotor sekitar Rp650 ribu dari sebelumnya Rp1,3 juta/hari dengan menyerap tiga tenaga kerja,” katanya.

Begitu juga Suhaeri, seorang pelaku UMKM warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya merasa lega jika pemerintah menyalurkan bantuan modal sebesar Rp2,4 juta untuk meningkatkan volume usaha.

Apalagi, saat ini pemerintah daerah sudah memperbolehkan melakukan aktivitas ekonomi dengan adanya adaptasi kebiasaan baru.

“Kami berharap bantuan modal itu segera direalisasikan kepada pelaku UMKM yang sudah tercatat di instansi pemerintah daerah,” ujar Suhaeri.

Sementara itu, Kepala Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Yudawati mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM untuk diusulkan mendapat bantuan modal dari Jokowi sebesar Rp2,4 juta.

Persyaratan pelaku UMKM yang mendapat bantuan itu harus dilengkapi foto tengah memproduksi usaha juga keterangan dari desa/kelurahan setempat serta KK dan identitas KTP.

“Kami berharap pendataan itu sudah rampung dan dapat menerima bantuan modal Rp2,4 juta untuk meningkatkan produksi usaha,” kata Yudawati. (Wisnu)