Pelatihan E-Commerce bagi Pengajar SMK dan Politeknik Perhotelan

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja sama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) telah menggelar pelatihan e-commerce bagi pengajar di SMK dan perguruan tinggi vokasi jurusan perhotelan.

Direktur SEAMOLEC, Alpha Amirrachman saat membuka pelatihan bertajuk “E-Commerce Training for Tourism SMK Teachers and Polytechnic Lecturers” secara daring, Rabu (28/4/2021) itu mengemukakan, pendekatan dan strategi baru dibutuhkan untuk meningkatkan kesuksesan bisnis di era digital saat ini.

“Teknologi digital telah mengubah segala jenis aspek kehidupan manusia, termasuk industri pariwisata. Strategi baru harus diterapkan untuk meningkatkan daya saing bisnis perhotelan,” ujarnya.

Menurut Alpha, unsur sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen utama untuk mendorong digitalisasi berbagai aspek. Karena sekitar 70 persen pendapatan hotel berasal dari bisnis yang mengandalkan online pemasaran daripada offline.

Di tingkat ASEAN, industri perhotelan masih menghadapi kekurangan pekerja terampil yang mampu memenuhi kebutuhan industri. Hotel di mayoritas negara anggota ASEAN menghadapi tantangan besar atas kebutuhan tenaga terampil terutama yang memiliki kompetensi untuk e-commerce.

“Karena itu, SEAMOLEC bersama GIZ dan Kemdikbud menggelar pelatihan E-Commerce Training for Tourism SMK Teachers and Polytechnic Lecturers: Penerapan E-Commerce di Industri Perhotelan dan Dampaknya pada Pendapatan Kamar Hotel,” katanya.

Pelatihan yang dilakukan secara daring itu terbuka bagi guru SMK dan dosen Politeknik Pariwisata. Pelatihan digelar sebanyak 4 jam per hari dalam waktu 3 hari pelaksanaan. Pelatihan dibimbing para mentor dari praktisi yang kompeten di bidangnya.

Gelombang 1-3 diselenggarakan khusus peserta dari Indonesia pada 16-18 Maret 2021 lalu. Gelombang 2 pada 29-31 Maret 2021 dan gelombang 3 pada 5-7 April 2021. Gelombang empat untuk peserta dari sekolah/politeknik perhotelan di Asia Tenggara lain pada 19-21 April 2021. Pelatihan diikuti 841 total peserta.

The GIZ ISED Principal Advisor, Dadang Kurnia menjelaskan, digitalisasi dalam bisnis perhotelan saat ini sudah waktunya mendapat perhatian serius terutama dari para pemangku kebijakan bidang Technical and Vocational Education and Training (TVET).

“Institusi pendidikan di bidang perhotelan yang dipercaya sebagai penyedia tenaga kerja untuk industri perhotelan juga harus memprioritaskan integrasi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri,” ucap Dadang. (Tri Wahyuni)