Pelatihan Kode Etik ASN Kini Terapkan Sistem E-Learning

0

JAKARTA (Suara Karya): Kode etik aparatur sipil negara (ASN) kini gunakan sistem e-learning. Diharapkan setiap instansi pemerintah bisa memahami lebih mudah kode etik tersebut.

“Sistem e-learning ini merupakan strategi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) guna mewujudkan ASN berintegritas,” kata Menpan-RB, Syafruddin dalam peluncuran Kode Etik ASN dengan Sistem E-learning di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Syafruddin menambahkan, memahami kode etik dan perilaku sebagai ASN adalah hal yang mendasar sebagai penyelenggara negara. Penggunaan teknologi merupakan hal yang tak terhindarkan untuk menjawab tantangan zaman yang makin modern.

“Kode etik ASN sebelumnya bukan hal baru. E-learning inilah yang diharapkan bisa membantu dalam mempercepat pemahamannya,” ujarnya.

Menurut Menpan-RB, pelatihan dengan menggunakan pendekatan teknologi online menjadi pilihan yang tepat saat ini. Karena teknologi itu mudah diakses oleh semua pegawai.

“Platform pelatihan baru ini berbeda dengan modrl konvensional seperti in class training. Pelatihan semacam itu hanya menjangkau peserta dalam jumlah terbatas,” kata Syafruddin.

Dijelaskan, platform baru tersebut merupakan hasil kerja sama Kemenpan-RB dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pelatihan tersebut ditargetkan menjangkau 4,3 juta ASN di seluruh Indonesia.

“Saya optimis target itu bisa tercapai. Karena e-learning merupakan terobosan metode pembelajaran yang efisien dan efektif,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Utaka (Sestama) LAN, Sri Hadiati. Katanya, setiap ASN harus memahami kode etiknya, karena hal itu adalah jiwa dari ASN. Sementara muaranya adalah etika. “Itu sebabnya pentingnya ASN memahami kode etik,” katanya menegaskan.

Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, Kemenpan-RB, Setiawan Wangsaatmaja menjelaskan, e-learning merupakan pembelajaran mandiri. Materi yang dikembangkan pada tahap awal mencakup materi dasar kode etik dan kode perilaku ASN.

Ditambahkan, integritas merupakan salah satu hal yang harus dimiliki ASN untuk mewujudkan Smart ASN. Selain integritas, ASN juga harus memiliki jiwa nasionalisme, wawasan global, IT dan bahasa asing, keramahtamahan, jaringan kerja dan kewirausahaan.

“Kami berharap pada 2024 mendatang, ASN kita dapat mewujud sebagai Smart ASN berkelas dunia,” kata Setiawan menandaskan. (Tri Wahyuni)