Pemasaran Digital, Resep UMKM Bertahan di Masa Pandemi

0

JAKARTA (Suara Karya): Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina, Keista Puti Yesandi berhasil mengembangkan website penjualan digital untuk cendera mata khas negara-negara ASEAN yang terbilang unik dan jarang dijumpai di pasaran.

Berkat ide bisnis ‘go digital’ untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) tersebut, Keisha dan tim berhasil merebut juara dalam kompetisi yang digelar Malaysia Multimedia University (MMU), pada pertengahan Juli 2021 lalu.

Keisha berhasil menjadi juara pertama untuk kategori Web/Mobile App for Business, dan juara tiga untuk kategori Business Idea. Keikutsertaan Keisha dalam kompetisi itu sebagai peserta program pertukaran mahasiswa oleh Universitas Pertamina.

MMU setiap tahun menggelar kompetisi yang diharapkan mendorong mahasiswa untuk berinovasi sejak dini. Tahun ini, tema kompetisi adalah Edutourism-Technopreneurship for Tomorrow. Dewan jurinya adalah para dosen dari MMU dan kampus mitra MMU di ASEAN.

Pengembangan website oleh Keisha dan tim menjadi menarik di masa pandemi ini. Karena Survey Bank Indonesia pada Maret 2021 menunjukkan 27,6 persen UMKM mengalami peningkatan penjualan dan 72,4 persen lainnya penjualan stabil. Resepnya, strategi pemasaran digital.

Ekonomi digital menjadi hal penting dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah ASEAN. Dalam E-Conomy SEA 2019 Report yang dirilis Google, Temasek, Bain & Company disebutkan, nilai sektor e-commerce di ASEAN diperkirakan terus bertumbuh hingga mencapai 300 miliar Amerika pada 2025.

Melalui inovasi itu, Keista dan tim berharap bisa membantu meningkatkan pendapatan para pengrajin di wilayah ASEAN. Mengingat, penjualan digital untuk cendera mata khas negara ASEAN masih jarang dijumpai.

“Dalam laporan, kami memproyeksikan keuntungan berkisar 15 persen untuk masing-masing UMKM. Selain itu, penjualan digital juga akan menstimulus perubahan pola bisnis dan perilaku belanja konsumen di bidang kerajinan tangan dari luring ke daring,” lanjut mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

Di Universitas Pertamina, seperti dikemukakan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Universitas Pertamina, Wawan Gunawan A Kadir, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pola pikir kewirausahaan melalui berbagai kegiatan ko-kurikuler maupun ekstrakurikuler.

“Di tahun ke-4, misalkan, mahasiswa akan memperoleh mata kuliah wajib Capstone Design dengan proyek akhir berupa cetak biru inovasi di bidang keilmuannya masing-masing,” katanya.

Ada juga program tahunan “Inkubasi Bisnis” yang mengembangkan start-up besutan mahasiswa dan alumni di bawah pembinaan Career and Development Center (CDC).

Ditambahkan, Universitas Pertamina juga aktif melaksanakan program pertukaran mahasiswa dengan 38 institusi pendidikan tinggi terbaik di luar negeri. Sebanyak 73 mahasiswa Universitas Pertamina telah mengikuti pembelajaran di kampus mitra yang tersebar di berbagai belahan dunia.

“Sebaliknya, sejumlah 45 mahasiswa asing juga merasakan kuliah di kampus kami. Program pertukaran mahasiswa semacam ini, rutin kami lakukan setiap semester guna meningkatkan kompetensi lulusan,” tuturnya. (Tri Wahyuni)