Pembayaran Qris Diklaim Tingkatkan Konsumsi dan Perkuat UMKM

0

JAKARTA (Suara Karya): Digitalisasi ekonomi dan keuangan tumbuh dengan cepat sehingga mampu mendorong perekonomian domestik melalui peningkatan konsumsi dan memperkuat UMKM, diantaranya dilaksanakan melalui inisiatif sistem pembayaran termasuk Qris.

Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung pada acara kick off S.I.A.P Qris di pusat perbelanjaan Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan Jumat (30/9/2022).

Juda menilai, S.I.A.P Qris yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dengan Bank Indonesia yang dicanangkan di pasar dan pusat perbelanjaan berhasil mendukung ekspansi transaksi digital di DKI Jakarta yang saat ini tercatat 3,9 juta merchant menggunakan Qris atau 18% dari total pangsa Qris merchant nasional.

“Jadi, kolaborasi perluasan akseptasi Qris yang telah dilakukan sejak 2021 antara Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan ini telah diimplementasikan oleh merchant-merchant di 10 pasar tradisional dan 6 pusat perbelanjaaan di seluruh wilayah DKI Jakarta,” kata Juda.

Diketahui, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen memperluas akseptasi transaksi digital melalui pengembangan komunitas di pasar tradisional dan pasar modern. Pemberlakuan tarif 0% merchant discount rate untuk transaksi usaha mikro diperpanjang hingga akhir Desember 2022.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Kementerian Perdagangan Frida Adiati dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan S.I.A.P Qris di Lippo Mall Kemang Villang sehingga mendorong penggunaan transaksi digital yang berdampak pada percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.

Hal ini terindikasi antara lain dari indeks keyakinan konsumen DKI Jakarta yang masih berada pada zona optimis dan penjualan retail yang masih terus meningkat.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan Mukhlisin juga menyampaikan upaya percepatan digitalisasi di wilayah Jakarta Selatan telah ditempuh melalui percepatan program S.I.A.P Qris di sentra-sentra perdagangan dan sebagian besar pedagangnya telah menggunakan Qris, termasuk penggunaan Qris oleh UMKM Jakpreneur.

Ke depan, untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi DKI Jakarta, diperlukan inisiatif dalam perluasan cakupan dan akselerasi sistem pembayaran non-tunai termasuk Qris yang diwujudkan melalui peningkatan akseptasi dan ekspansi pembayaran digital, monitoring dan pendampingan serta pelayanan atas keluhan pelanggan. (Bayu)