Pemberlakuan PSBB Jadikan Kualitas Udara Jakarta Membaik

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Andono Warih mengklaim kualitas udara Jakarta membaik selama diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pengurangan aktivitas di perkantoran dan transportasi umum, dinilai menjadi faktor utama perbaikan kualitas udara di Ibu Kota tersebut.

Dikatakan Andono, kebijakan ini menjadikan emisi gas buang yang ditimbulkan oleh asap kendaraan menjadi lebih mengecil jumlahnya dibandingkan pada hari-hari sebelum diberlakukannya PSBB.

“Perbaikan kualitas udara di Jakarta ini didapat dari lima stasiun pemantauan kualitas udara (SPKU) di sejumlah wilayah mulai 13-19 April 2020. SKPU Bundaran Hotel Indonesia menurun sebesar 0,02 persen, Kelapa Gading 30,89 persen, Jagakarsa 5,74 persen, Lubang Buaya 35,7 persen, dan Kebun Jeruk 25,75 persen. Konsentrasi maksimum PM2,5 saat PSBB di seluruh SPKU memenuhi baku mutu harian,” kata Andono di Jakarta, Jum’at (1/5/2020)

KASUS COVID-19 BERTAMBAH

Sementara itu, jumlah pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Jakarta terus mengalami kenaikan. Saat ini jumlah tersebut mencapai 4.138 kasus dan data tersebut berdasarkan website corona.jakarta.go.id.

Dalam website tersebut juga dituliskan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 412 orang, meninggal 381 orang, yang masih mendapatkan perawatan 2.073 orang dan isolasi mandiri ada 1.272 orang.

Selain itu, jumlah yang masih menunggu hasil sebanyak 1.647 kasus. Kemudian sebanyak 2.976 kasus yang telah diketahui titik penyebaran berdasarkan kelurahannya dan sisanya 1.162 belum diketahui.

2.976 kasus yang telah diketahui tersebut tersebar di lima kota administrasi di Jakarta. Mulai dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, terdapat 13 rumah sakit yang telah ditetapkan sebagai rujukan dalam penanganan pasien corona atau Covid-19. (Indra DH)