Pemenang KRI 2022 Tak Lagi Didominasi Kampus Papan Atas

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) kembali menggelar Kontes Robot Indonesia (KRI) di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berakhir pada 3 Juli 2022. Pemenang KRI 2022 ternyata tak lagi didominasi kampus-kampus papan atas.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Kapuspresnas), Asep Sukmayadi dalam siaran pers, Rabu (6/7/22) menjelaskan, KRI 2022 terbagi dalam 6 divisi yang dilombakan. Mereka adalah Divisi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), dan Divisi Kontes SAR Indonesia (KRSRI).

Selain itu, masih ada Divisi Kontes Robot Tematik (KRTMI), Divisi Kontes Seni Tari Indonesia (KRSTI), Divisi Kontes Sepak Bola Indonesia Beroda (KRSBI-Beroda), dan Divisi Kontes Robot Sepak Bola Humanoid (KRSBI-Humanoid).

Juara pertama untuk divisi KRAI adalah tim Rider dari ITS, kedua tim Garudago dari Institut Teknologi Bandung (ITB), posisi ketiga diraih tim Eira dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), dan tim Aburobonema dari Politeknik Negeri Malang sebagai juara harapan.

“Selain itu, tim Eira juga terpilih menjadi juara untuk desain terbaik dan tim Rider untuk strategi terbaik,” ucap Asep.

Untuk divisi KRSRI, juara pertama diraih tim Eilero dari PENS, juara kedua tim Dome dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), juara ketiga tim Abinara-1 dari ITS, dan juara harapan diraih tim Gareng Punk dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“Pemenang desain terbaik diraih tim Dewayani dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan strategi terbaik diraih tim Eilero,” tuturnya.

Pada divisi KRTMI, juara pertama diraih tim Rival dari ITS, juara kedua tim RR El Ganador dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), juara ketiga tim Genesis dari ITB, dan juara harapan diraih tim Robotan 1.0 dari Universitas Jember (UNEJ).

Adapun pemenang desain terbaik diraih tim Rival dan strategi terbaik diraih tim Robotan 1.0.

Untuk divisi KRSTI, juara pertama adalah Alfan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), juara kedua tim Erisa dari PENS, juara ketiga tim Lanange Jagad dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan juara harapan diraih tim Rosemery dari UNY. Untuk desain dan artistik terbaik diraih oleh Alfan dari UGM.

Pemenang pertama pada divisi KRSBI-Beroda adalah tim Iris dari ITS, juara kedua tim Ersow dari PENS, juara ketiga tim Useros dari Universitas Semarang (USM), dan juara harapan diraih tim Enspartan dari Universitas Brawijaya (UB). Untuk desain terbaik diraih Ersow dan strategi terbaik diraih tim Iris.

Pada Divisi KRSBI-Humanoid, juara pertama diraih tim Ichiro dari PENS, juara kedua tim Barelang FC dari Politeknik Negeri Batam, juara ketiga tim Eros dari PENS, dan juara harapan diraih tim Gandamana dari Unesa. Pemenang untuk desain terbaik diraih tim Eroa dan strategi terbaik diraih tim Ichiro.

Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemdikbudristek, Kiki Yuliati dalam pidato penutupan memberi apresiasi atas penyelenggaraan KRI secara luring (tatap muka). Kompetisi jadi lebih seru, karena terjadi interaksi antar tim secara langsung.

“Tahun lalu pelaksanaan KRI masih dilakukan secara daring karena pandemi covid-19. Tahun ini karena sudah menuju endemi, KRI jadi lebih seru karena persaingan antar tim sangat terasa,” tuturnya.

Disebutkan, peserta yang berkompetisi adalah tim-tim dari kampus yang lolos seleksi tahap 1 dan 2, yang dilakukan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) di wilayah masing-masing.

Hal senada dikatakan Plt Kapuspresnas, Asep Sukmayadi. Katanya, KRI 2023 akan digelar dengan metoda hibrida. Pada tahap seleksi dilakukan secara daring, dan kompetisi tingkat nasional dilakukan secara tatap muka.

“Upaya ini diharapkan dapat mendorong talenta muda di kampus untuk terus berkreasi, tak hanya untuk kompetisi tetapi juga kompetensi diri. Agar mampu bersaing di dunia kerja setelah lulusa kuliah,” kata Asep menandaskan. (Tri Wahyuni)