Pemerintah akan Teliti Kebutuhan Impor

0
Arsip Foto. Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) memberikan keterangan pers tentang kinerja APBN di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (25/6). (Antara Foto)

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan meneliti kebutuhan impor untuk memastikan kegiatan impor benar-benar untuk mendukung perekonomian dalam negeri.

“Kami secara selektif akan meneliti siapa-siapa yang membutuhkan. Apakah itu dalam bentuk bahan baku atau barang modal, dan apakah mereka betul-betul strategis untuk menunjang kegiatan perekonomian dalam negeri,” kata Sri Mulyani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/7).

Langkah untuk meneliti impor tersebut merupakan upaya koreksi terhadap sentimen negatif yang menyebabkan tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta memperkecil defisit transaksi berjalan di samping memberikan dukungan terhadap ekspor, pariwisata, dan berbagai kegiatan yang bisa menghasilkan devisa bagi negara.

Sri Mulyani mengatakan penelitian kebutuhan impor juga akan bisa menunjukkan apakah impor bahan baku selama ini mampu menunjang produksi.

“Kalau barang modal yang berhubungan dengan proyek-proyek besar, terutama yang berhubungan dengan proyek pemerintah, kami akan lihat kontennya apa dan apakah proyek-proyek ini adalah proyek yang harus diselesaikan dan harus mengimpor barang modal,” katanya.

Menteri Keuangan berpesan kepada pihak swasta untuk meningkatkan kewaspadaan mengenai pengaruh kenaikan suku bunga maupun perubahan nilai tukar rupiah terhadap neraca mereka.

“Mereka perlu melakukan langkah-langkah yang kami juga lakukan untuk melakukan penyesuaian sehingga akhirnya perekonomian bisa meredam shock ini secara lebih baik dan tidak menimbulkan gejolak,” katanya. (Welly)