Pemerintah Batasi Operasional Truk Saat Nataru

0
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menerapkan aturan pembatasan kendaraan muatan atau truk saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ini dilakukan agar kondisi lalu lintas pada saat dua momen besar tersebut tidak mengalami kemacetan.

“Nataru (natal tahun baru) saya mungkin jelaskan bahwa memang ada kesepakatan-kesepakatan khususnya pembatasan truk,” kata Budi di Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Terkait rencana pembatasan tersebut, Menhub Budi tidak menjelaskan secara detail. Hanya saja dia menyebut akan ada peraturan mengenai jam operasional truk. Terlebih saat pihaknya bersama dengan sejumlah stakeholder terkait masih melakukan diskusi secara intensif untuk hal ini.

“Tapi tidak akan saya putuskan dulu karena para Asosiasi dan Dirjen darat BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) akan membahas. Besok (keputusan) final. Berapa hari, jam berapa, dan segala macam saya serahkan kepada mereka,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau truk yang kelebihan muatan atau dimensi (Over Dimension and Over Load (ODOL) agar tidak melintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya kepadatan lalu lintas di ruas tol Japek.

“Kita minta kepada ODOL tidak menggunakan Japek (Jakarta-Cikampek). Kami berkoordinasi dengan kepolisian apabila ada ODOL kelebihan muatan dia masuk mengakibatkan kemacetan,” kata Menhub di Bekasi, Jawa Barat.

Sering kali masalah ODOL menjadi penyebab kemacetan. Sebab, dengan muatan yang lebih, otomatis laju kecepatan kendaraan truk tersebut akan melambat. Sehingga hal itu akan berimbas kepada pengendara lain. “Ini kan kendaraan bebas hambatan, kalau ada kendaraan lain yang mengakibatkan kendaraan berarti fungsi jalan bebas hambatan tidak berjalan,” jelas dia.

Menhub Budi menyarankan agar pengendara truk ODOL dapat memilih alternatif jalan lain. Sekalipun ingin melintas, barang muatan perlu diperhatikan sehingga tidak terjadi kelebihan. (Rizal Cahyono)