PANDEMI COVID-19
Pemerintah Bebaskan Cukai Etil Alkohol

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementrian Keuangan (Kemenkeu) telah memberikan sejumlah fasilitas kepabeanan dan cukai.  Pemberian fasilitas tersebut bertujuan untuk mempercepat penanggulangan wabah pandemi global Coronavirus (Covid-19). Salah satunya adalah pembebasan cukai etil alkohol untuk tujuan sosial atau kemanusiaan.

Demikian dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan Bea Cukai Kediri (Jawa Timur) Andyk Budi dalam keterangan persnya, Selasa (12/5/2020).

Dia menjelaskan, sinergi (kerjasama) antara instansi pemerintah dengan swasta tersebut dinilai diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Merespons hal tersebut, Bea Cukai memberikan pembebasan cukai etil alkohol sebanyak 20.000 liter kepada PT. Etanol Ceria Abadi.

Etil alkohol tersebut nantinya akan digunakan oleh Perkumpulan Adi Husada Surabaya untuk tujuan sosial berupa pembuatan desinfektan dan hand sanitizer.

Pembebasan Cukai etil alkohol sebanyak 20.000 liter yang diberikan kepada PT. Etanol Ceria Abadi ini untuk bahan pembuatan hand sanitizer dan desinfektan digunakan oleh Perkumpulan Adi Husada Surabaya yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19,” kata Andyk.

Menurut Andyk, tata cara pemberian pembebasan cukai etil alkohol tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 172 tahun 2019 dan Peraturan Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai nomor 43/BC/2017.

Syaratnya jika permintaan pembebasan cukai etil alkohol oleh instansi pemerintah diperlukan surat pernyataan pimpinan instansi tersebut yang menyatakan etil alkohol hanya digunakan untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19,” jelasnya.

“Sedangkan jika etil alkohol tersebut dilakukan oleh organisasi non pemerintah (swasta) maka diperlukan surat rekomendasi dari instansi pemerintah setempat yang menangani penanggulangan bencana (Covid-19),” terangnya.

Andyk berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh instansi pemerintah maupun swasta, tujuannya agar dapat secepatnya menghentikan mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia. (Pramuji)