Pemerintah Daerah Diminta Aktif Perkenalkan Produk KUKM Lokal

0
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menutup Bengkulu Expo ke - 9 dan Pasar Rakyat 2018 yang diadakan di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu. Selasa (20/11/2018).

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Koperasi dan UKM meminta peran aktif pemerintah daerah untuk memperkenalkan produk koperasi dan UKM dalam berbagai even pameran baik dalam dan luar negeri. Sebab produk KUKM dinilai sangat potensial untuk meningkatkan transaksi dan aktivitas perdagangan.

Pernyataan itu dikemukakan oleh Sekretaris Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring, dalam keterangan tertulisnya, kepada suarakarya.co.id, Selasa (20/11/2018).

“Pemda harus perkenalkan produk KUMKM local, sehingga bisa menjadi transaksi perekonomian dan transaksi aktivitas perdagangan. Kalau sudah besar bisa tambah income bagi KUMKM nantinya,” kata Meliadi.

Dia mengatakan, KUKM memiliki arti penting bagi perekonokian nasional, karena merupakan mayoritas dengan presentase 99,9 persen dari total pelaku usaha yang ada di Indonesia. Tahun lalu KUKM berkontribusi 60 persen terhadap PDB, dan kontribusinya terhadap ekspor non-migas sebesar 14,17 persen.

“Kalau KUKM bisa berkembang dengan baik maka akan mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat. Kalau pertumbuhan ekonomi bisa diimbangi dengan KUKM maka saya yakin tingkat kesenjangan bisa dipersempit,” ujar Meliadi.

Namun dia menyadari bahwa KUKM masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan modal usaha, akses pasar, dan terbatasnya keterampilan SDM. Padahal hal di era perdagangan bebas saat ini, lanjut Meliadi KUKM juga harus bisa bersaing dengan produk asing yang telah membanjiri pasar dalam negeri.

Terkait penyelenggaraan Bengkulu Expo 2018, Meliadi berharap, ajang tersebut dapat menjadi sarana bagi KUKM lokal untuk mempromosikan produknya, mendorong pengkatan daya saing, memotivasi KUKM dalam mengeksplorasi potensi yang dimiliki sehingga menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi.

“Semoga Bengkulu Expo ini dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan yang mampu mempertemukan produsen dengan buyer, baik dalam maupun luar negeri, sekaligus sebagai upaya penguatan pasar, pengembangan serta peningkatan mutu produk KUKM salam negeri,” pungkasnya. (Gan)