PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Pemerintah Dorong KUR Bantu Pengembangan UMKM

0

MEDAN (Suara Karya): Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan sosialisasi KUR kepada pemda, lembaga penyalur dan penjamin KUR guna mendorong penyaluran KUR guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Melalui rilis Kementerian Perekonomian yang diterima Jumat pagi ini diungkapkan, sosialisasi KUR itu dilakukan Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara (Sumut) juga dengan harapan informasi terkait program KUR tersampaikan kepada pengusaha di sekor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya yang menjadi debitur KUR.

“Sosialisasi ini juga ditujukan kepada Pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten), serta lembaga penyalur KUR dan penjamin KUR, sehingga ini akan turut mendorong penyaluran KUR untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, dalam acara “Sosialisasi Kebijakan KUR di Provinsi Sumatera Utara,” di Medan, Sumatera Utara, Kamis (3/12).

Dia mengatakan, perekonomian pada triwulan III-2020 tumbuh sebesar -3,49% (yoy), membaik dari triwulan II sebesar -5,32% (yoy) atau tumbuh 5,05% (qtq).

“Hal ini menunjukkan proses pemulihan ekonomi nasional membuahkan hasil positif. Sinyal ini mengindikasikan bahwa kinerja perekonomian Indonesia telah melewati titik terendahnya dan sedang berada pada momentum pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Melihat pertumbuhan ekonomi secara spasial, jelas dia pertumbuhan perekonomian Sumut yang negatif selama dua periode berturut-turut menyebabkan pada triwulan II-2020 ini daerah tersebut mengalami resesi. Pada triwulan I-2020 pertumbuhan ekonomi Sumut tercatat 4,65% (yoy), kemudian pada triwulan II mengalami kontraksi -2,37% (yoy).

Kemudian, tambah Iskandar pada triwulan III, perekonomian Sumut kembali terkontraksi sebesar -2,6% (yoy). Hal ini disebabkan lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan tertinggi sebesar 17,87%.

“Di tengah tantangan yang ada, kita harus mampu mendorong dan bangkit agar tidak terpuruk,” ujar Iskandar.

Sementara, upaya pemerintah menekan penyebaran Covid-19 dan mengatasi perlambatan ekonomi ditempuh melalui aspek kesehatan dan ekonomi. Pemerintah menganggarkan total biaya penanganan Covid-19 sebesar Rp695,20 triliun dengan alokasi untuk UMKM sebesar Rp123,46 triliun. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) didorong untuk membantu masyarakat produktif memulihkan dan membangkitkan UMKM dan menumbuhkan kembali kegiatan ekonomi.

“Adapun, dukungan pemerintah untuk penerima KUR pada masa Covid-19, yaitu mereka diberikan tambahan subsidi bunga sebesar 6%, sehingga sampai Desember 2020, suku bunga KUR menjadi 0%,” jelas Iskandar.

Dukungan berikutnya, “adanya tambahan skema KUR super mikro yang ditujukan untuk pekerja yang terkena PHK dan ibu rumah tangga yang berusaha dengan skala mikro. KUR super mikro diberikan dengan plafon sampai dengan Rp10 juta per penerima KUR,” kata dia.

Maka itu, diperlukan dorongan dari seluruh pihak, termasuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, lembaga penyalur KUR, penjamin KUR, hingga partisipasi UMKM, untuk dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Implementasi tersebut diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan Sosialisasi Kebijakan KUR kali ini di Provinsi Sumatera Utara, khususnya di Medan.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyaluran KUR dengan total penyaluran mencapai Rp520 juta yang diberikan kepada 8 debitur, dan juga penyerahan CSR secara simbolis oleh penyalur dan penjamin KUR.

Secara keseluruhan, realisasi penyaluran KUR sampai 23 November 2020 telah menyentuh angka Rp165,5 triliun (87,13% dari target 2020 sebesar Rp190 triliun), dan diberikan kepada 5,1 juta debitur. Jadi, total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp211,45 triliun dengan NPL sebesar 0,64%.

Adapun perkembangan kinerja penyaluran KUR di Provinsi Sumut hingga 29 November 2020, yaitu realisasinya sebesar Rp7,78 triliun yang disalurkan kepada 204.977 debitur.

“Pada masa pandemi Covid-19 ini, kita harus terus bergerak maju, jadi pemerintah tidak henti-hentinya mendorong UMKM melalui pembiayaan KUR,” jelas Iskandar. (dra)